![]() |
| SOSOK: Kepala Seksi LAJJ, Djogeh - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALTIM – Upaya peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) terus digalakkan demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih profesional. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut terlihat dari langkah Djogeh Harmana, ASN Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, yang kini melanjutkan studi doktoral melalui program pendidikan tanpa biaya.
Djogeh, yang saat ini bertugas sebagai Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kasi LAJJ), menjadi salah satu peserta program “Gratispol”, sebuah fasilitas pendidikan yang membuka akses belajar lanjutan bagi PNS yang ingin meningkatkan kompetensi namun terbentur biaya. Melalui program ini, ia berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 Ilmu Ekonomi di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Menurutnya, perubahan dinamika birokrasi menuntut ASN untuk lebih adaptif dan berpikir analitis. Tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman teknis, tetapi dibutuhkan pula landasan keilmuan yang kuat untuk merumuskan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program Gratispol benar-benar membuka peluang bagi ASN untuk berkembang. Dengan peningkatan kapasitas akademik, kami bisa memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada publik,” ujar Djogeh di Balikpapan.
Djogeh menilai bahwa pendidikan ekonomi sangat menunjang perannya dalam pengelolaan lalu lintas dan angkutan jalan. Ia menjelaskan bahwa sektor transportasi bukan semata-mata urusan teknis pergerakan kendaraan, tetapi juga erat kaitannya dengan efisiensi biaya, kelancaran distribusi barang, dan penguatan perekonomian di Balikpapan yang berperan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan menempuh studi doktoral, ia berharap dapat merumuskan kebijakan transportasi yang berbasis riset, sehingga lebih efektif, efisien, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya program pendidikan seperti Gratispol, yang menghilangkan hambatan biaya sehingga ASN memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan studi.
“Ketika kualitas akademik ASN meningkat, maka kualitas keputusan dan kebijakan yang dihasilkan juga meningkat. Ini investasi jangka panjang untuk pembangunan daerah,” tambahnya.
Langkah Djogeh diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ASN lainnya di Kalimantan Timur untuk memanfaatkan peluang pendidikan yang tersedia. Kolaborasi antara pengalaman birokrasi dan pemahaman akademis dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap perubahan zaman.
Penulis: Agustina/ADV/Diskominfo Kaltim

