Anggaran 2026 Capai 1,3 Triliun, Kaltim Pelopori Pendidikan Gratis Terbesar di Indonesia

 

DISKUSI: Wagub Kaltim H. Seno Aji saat menjadi pembicara dalam kuliah umum bertema ‘GratisPol untuk Pendidikan di Kaltim’, jumat (28/11/2025) di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda - Foto Dok Nett


BORNEOTREND.COM, KALTIM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi mengumumkan implementasi finansial masif untuk program GratisPol Pendidikan, yang bertujuan mewujudkan pendidikan tinggi gratis bagi seluruh mahasiswa daerah.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H. Seno Aji, dalam kuliah umum bertema ‘GratisPol untuk Pendidikan di Kaltim’, jumat (28/11/2025) di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.

Dalam kesempatan itu dirinya menegaskan bahwa Pemprov Kaltim telah menyediakan alokasi anggaran yang fantastis khusus untuk program ini.

“Kita sudah siapkan anggaran tahun 2026 itu adalah Rp1,3 triliun!” ungkapnya.


Anggaran ini disiapkan untuk menyasar seluruh anak didik Kaltim yang berkuliah di berbagai universitas di provinsi tersebut.

Dirinya juga memaparkan bahwa alokasi fiskal ini merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang dan bukan sekadar program tahunan. Dana yang dialokasikan diproyeksikan akan terus meningkat signifikan.

“Terus 27, 28, 29, dan 30, di tahun 2030 kita akan mengalami peningkatan mendekati Rp1,5 triliun,” jelasnya.

Program GratisPol ini, yang dikelola secara murni oleh Pemprov Kaltim, disebutnya sebagai “satu program yang ambisius dan satu-satunya di tanah air” dan ini menegaskan posisi Kaltim sebagai pelopor di bidang ini.Pelatihan SDM Unggul

Dirinya juga menyoroti bahwa kebijakan pembebasan biaya pendidikan merupakan praktik umum di negara-negara maju dan kaya di Eropa, seperti Finlandia. Bahkan Pemprov Kaltim mengambil langkah berani untuk mengadopsi dan menjadi yang pertama di Indonesia yang menerapkan program serupa dengan skala pendanaan sebesar ini.

“Program pendidikan gratis ini, seperti di Eropa, Kaltim yang pertama di tanah air,” bebernya.

Dirinya juga memberikan klarifikasi mengenai batasan cakupan GratisPol Pendidikan untuk mencegah kesalahpahaman di kalangan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa program ini secara spesifik bertujuan membiayai kebutuhan akademik, yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan tidak mencakup biaya hidup sehari-hari.

“Program GratisPol yang namanya pendidikan gratis adalah untuk membayar uang sekolah secara gratis,” tuturnya.

Klarifikasi ini penting untuk membedakan bantuan provinsi yang fokus pada biaya sekolah dengan bantuan untuk biaya hidup. 

​Untuk memastikan dukungan yang holistik bagi mahasiswa, Pemprov Kaltim telah merancang strategi kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Dirinya menjelaskan bahwa bupati dan walikota se-Kaltim telah diwajibkan untuk mengalokasikan program beasiswa daerah mereka guna menanggung biaya hidup mahasiswa.

“Mereka akan kita wajibkan memberikan asrama kepada kalian. Kemudian selain itu akan memberikan living cost atau biaya hidup dari pemerintah kabupaten untuk anak-anak yang berkuliah dari kabupaten tersebut. Nah, nanti kita akan kolaborasi,” jelasnya.

Dengan kolaborasi ini, Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Kaltim berbagi tanggung jawab untuk mendukung mahasiswa secara komprehensif.

"Selain itu pentingnya persyaratan kependudukan untuk menjaga keberlanjutan dan keadilan program ini bagi warga Kaltim," tukasnya.

Sumber: Nett

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال