![]() |
| PRESTASI: Atlet NPCI Balangan berhasil membawa pulang medali emas dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalimantan Selatan 2026 - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Balangan hanya mengirim satu atlet pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kalimantan Selatan 2026. Meski terbatas anggaran, Balangan mampu membawa pulang medali emas melalui Budi Riansyah dari nomor atletik tolak peluru kategori F46-47, Minggu (6/9/2026).
Ketua NPCI Balangan Fadli mengatakan, Budi menjadi satu-satunya wakil Balangan yang berlaga dalam Kejurprov 2026 yang digelar di Kantor Sekretariat NPCI Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
“Keputusan mengirim satu atlet murni karena keterbatasan dana,” kata Fadli, Senin (7/9/2026).
Budi turun pada nomor atletik tolak peluru dan nomor lempar lainnya. Dari dua nomor yang diikuti, hanya nomor tolak peluru yang berhasil mengantarkannya ke podium tertinggi.
“Di nomor lempar lainnya ia belum berhasil meraih medali,” ujarnya.
Fadli menyebut, medali emas tersebut menjadi hasil penting bagi NPCI Balangan. Di tengah keterbatasan anggaran, satu-satunya atlet yang dikirim mampu memberikan prestasi untuk daerah.
Berdasarkan surat edaran NPCI Kalsel Nomor 088/NPC.KALSEL/VIII-2026, Kejurprov 2026 mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni atletik nomor tolak dan lempar serta panahan.
Budi mengatakan dirinya turun pada klasifikasi F46-47 yang diperuntukkan bagi atlet dengan disabilitas pada bagian lengan atau upper limb.
Menurutnya, kekuatan utama dalam nomor yang diikutinya adalah power dan teknik. Persiapan latihan yang fokus menjadi salah satu faktor yang membantu dirinya meraih hasil maksimal.
“Alhamdulillah, dengan latihan fokus, hasilnya bisa langsung emas,” ujar Budi.
Klasifikasi F46-47 merupakan bagian dari sistem klasifikasi atletik paralimpik untuk atlet dengan disabilitas pada anggota gerak atas, termasuk kondisi amputasi, kelemahan otot, atau perbedaan fungsi pada bagian lengan.
Sistem klasifikasi tersebut diterapkan agar atlet bertanding dengan kelompok disabilitas yang relatif setara sehingga kompetisi berlangsung lebih adil.
Penulis: Sri Mulyani
