![]() |
| SINERGI LINTAS SEKTOR: Suasana rapat koordinasi FKLL Kabupaten Banjar di Room of Integrity-Operation Marta Zebra Polres Banjar dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas -Foto dok Jasa Raharja |
BORNEOTREND.COM, KALIMANTAN SELATAN – Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi untuk membahas tingginya angka kecelakaan lalu lintas sekaligus merumuskan langkah strategis pencegahan di wilayah Kabupaten Banjar. Kegiatan yang berlangsung di Polres Banjar, Martapura, pada Senin (31/08/2026) ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan.
Instansi yang hadir meliputi Satlantas Polres Banjar, PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta instansi terkait lainnya. Pembahasan difokuskan pada sejumlah kawasan rawan kecelakaan, seperti Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, dan ruas Jalan Bypass Banjar–Batulicin.
Penanggung Jawab Samsat Martapura PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan, Achmad Zein, menyampaikan pentingnya langkah pencegahan terpadu untuk merespons risiko kecelakaan di wilayah tersebut.
“Jasa Raharja mendorong peningkatan sosialisasi tertib berlalu lintas, khususnya di wilayah Gambut dan Kertak Hanyar. Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar, sehingga kesadaran untuk tertib dan mengutamakan keselamatan dapat terbentuk sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor—termasuk kepolisian, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan—menjadi kunci utama agar upaya pencegahan kecelakaan dapat berjalan efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Satlantas Polres Banjar menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas keselamatan jalan di Jalan Bypass Banjar–Batulicin, serta maraknya aktivitas balap liar yang melibatkan pelajar. Menanggapi hal itu, FKLL mendorong program Police Goes to School, penerbitan surat edaran tertib berlalu lintas untuk sekolah-sekolah, dan penguatan ekstrakurikuler keselamatan berlalu lintas.
Dari sisi infrastruktur jalan, BPTD memaparkan rencana pemasangan rambu di titik-titik rawan, seperti kawasan Manarap, Mahligai, depan Trio Motor Gambut, serta area Universitas NU. Pemasangan warning light di depan Universitas NU juga menjadi prioritas, ditambah usulan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Gambut dan Pasar Kertak Hanyar untuk melindungi pejalan kaki.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, secara terpisah menegaskan bahwa keselamatan jalan merupakan tanggung jawab bersama.
“Jasa Raharja terus berkomitmen mengambil bagian dalam upaya pencegahan kecelakaan melalui edukasi keselamatan, penguatan koordinasi, serta pemanfaatan data kecelakaan sebagai bahan evaluasi. Keselamatan masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok usia produktif, harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami mendukung setiap langkah yang dapat membangun budaya tertib berlalu lintas dan menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk meningkatkan fasilitas jalan, mendorong pembangunan JPO, memperluas edukasi di sekolah, serta menindak aksi balap liar melalui pembinaan terpadu. Jasa Raharja Kalsel turut mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan memastikan kesiapan fisik serta kendaraan sebelum berpergian.
Sumber: Jasa Raharja
