Stiker Perusahaan pada Mobil Tangki Penabrak Mahasiswa KKN Hilang saat Evakuasi

STIKER DIHILANGKAN: Stiker nama perusahaan Kaisar Group terpampang jelas pada tangki mobil penabrak mahasiswa KKN hingga meninggal dunia (atas). Stiker tersebut kemudian sengaja dihilangkan (bawah) – Foto Ist


BORNEOTREND.COM, KALSEL – Stiker perusahaan di mobil tangki yang menabrak rombongan mahasiswa KKN di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru pada Sabtu (1/8/2026), tiba-tiba hilang setelah proses pengangkatan selesai.

Seorang warga di lokasi, Maulana, menyadari kejanggalan itu ketika proses evakuasi berlangsung. Sebelum dievakuasi, mobil tangki tersebut masih dilengkapi stiker bertuliskan Kaisar Group dari PT Kharisma Kaisar Group di sisi kanan dan kiri kendaraan. Namun setelah diangkat, stiker itu lenyap dan hanya menyisakan bagian putih saja.

“Pas awal masih belum dievakuasi itu di mobilnya ada tulisan Kaisar Group. Setelah diangkat, tulisannya hilang dan hanya menyisakan bagian putih saja,” ujar Maulana, Senin (3/8/2026).

Maulana menduga hilangnya stiker itu merupakan upaya menghilangkan barang bukti untuk meloloskan pihak perusahaan dari tanggung jawab hukum. Ia juga heran mengapa di tengah banyaknya aparat kepolisian di TKP, tanda perusahaan bisa hilang secara misterius .

“Padahal di TKP banyak aparat kepolisian, tapi tanda perusahaan bisa tiba-tiba hilang. Ini patut dipertanyakan lebih lanjut,” katanya.

Ia berharap meskipun stiker perusahaan hilang, pihak perusahaan tetap bertanggung jawab kepada para korban. Sebab, dari insiden itu tujuh orang meninggal dunia, termasuk sopir mobil tangki, Muhammad Ilyas .

“Semoga ada kejelasan lebih lanjut terkait mobil tangki yang menabrak itu,” harapnya.

Sementara itu, dugaan masyarakat bahwa mobil tangki tersebut milik PT Pertamina telah dibantah. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran internal, kendaraan tersebut tidak tercatat sebagai armada operasional milik Pertamina.

“Dari penelusuran internal kami, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional milik Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di terminal pertamina,” 

Pertamina menegaskan seluruh proses penyelidikan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk memastikan kepemilikan dan proses selanjutnya dari insiden tersebut. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang,” tutupnya.

Penulis: Jack

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال