![]() |
| KESEPAKATAN: Sekertaris Kota Banjarbaru Sirajoni menandatangani kesepakatan di momen peluncuran Gerakan Sapa Literasi Tahun 2026 - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Pemerintah Kota Banjarbaru meluncurkan Gerakan Sapa Literasi Tahun 2026 sebagai upaya mendekatkan akses perpustakaan dan budaya membaca kepada masyarakat.
Peluncuran tersebut dirangkai dengan Bedah Buku, Pengukuhan Duta Baca Kota Banjarbaru dan Bunda Literasi Kecamatan-Kelurahan di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi gerakan literasi dengan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Kepala BNN Kota Banjarbaru, Dr. Arif Wahyu Bibitharta, mengatakan persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Ia menyebut, berdasarkan data BNN Kota Banjarbaru, jumlah pengguna narkoba menunjukkan peningkatan dengan tren prevalensi yang terus naik hingga catatan 2025.
“BNN Kota Banjarbaru gencar melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, membangun ketahanan masyarakat agar memiliki kesadaran dan kemampuan menolak narkoba,” ujarnya.
Selain pencegahan, BNN juga menjalankan rehabilitasi bagi masyarakat yang telah terjerat penyalahgunaan narkoba serta melakukan penindakan terhadap peredaran gelap narkoba.
Menurut Arif, gerakan tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Salah satunya melalui Bunda Literasi dan Duta Baca yang dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
“Peran aktif dari Bunda Literasi dan Duta Baca yang ada di Kota Banjarbaru sangat diharapkan untuk membantu menyosialisasikan pesan-pesan pencegahan narkoba,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, yang mewakili Wali Kota Banjarbaru, berharap kegiatan bedah buku tidak berhenti pada diskusi semata.
Ia mendorong agar gagasan yang dihasilkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan aksi nyata, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi hingga masyarakat.
“Dari sinilah kita juga meluncurkan Gerakan Sapa Literasi, yaitu sinergi akses perpustakaan dan aktivitas literasi. Menyapa, Mendekat dan Mencerdaskan,” tutur Sirajoni.
Menurutnya, Sapa Literasi dirancang untuk membawa aktivitas membaca lebih dekat dengan masyarakat. Perpustakaan dan kegiatan literasi tidak hanya hadir di ruang formal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Gerakan tersebut diharapkan mampu menjadikan literasi sebagai sarana edukasi, pemberdayaan dan pembentukan karakter sekaligus memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial.
Kolaborasi BNN Kota Banjarbaru, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Bunda Literasi, Duta Baca, Forkopimda serta masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gerakan tersebut.
“Melalui Gerakan Sapa Literasi, Banjarbaru tidak hanya mengajak masyarakat untuk kembali membaca, tetapi juga menjadikan pengetahuan sebagai benteng untuk melindungi generasi muda dan memperkuat masa depan daerah,” pungkasnya.
Penulis: P. Silitonga
