![]() |
| Denny Sumargo, Caitlin Halderman, dan Fanny Kondoh roadshow Film Baby Udon di Banjarmasin. Foto-Aam/Borneotrend.com. |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Warga Banjarmasin menyambut screening Film Baby Udon di XXI Duta Mall Banjarmasin, Selasa (18/8/2026) siang.
Tak hanya film saja yang ditampilkan, para sosok jajaran pemain film tersebut juga berhadir yaitu Denny Sumargo, Caitlin Halderman, dan Fanny Kondoh.
Bahkan, Banjarmasin juga ke lima rangkaian roadshow film Baby Udon. Pasalnya, peminat film tersebut bertambah yang seharusnya 2 layar kini menjadi 3 layar.
Diketahui, Film Baby Udon diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup Fanny Kondoh bersama mendiang suaminya, Hajime Kondoh. Cerita tersebut mengangkat sejumlah persoalan kehidupan, mulai dari keluarga, perjuangan, kehilangan hingga harapan untuk tetap bertahan menghadapi berbagai ujian.
Denny Sumargo yang berperan sebagai produser sekaligus pemeran Papa Udon merasa senang saat disambut oleh masyarakat di Banjarmasin.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa dalam produksi tidak berencana ikut bermain dalam film tersebut. Namun, sulitnya menemukan pemeran yang untuk karakter sebagai Papa Udon, Denny Sumargo menawarkan diri untuk mengambil peran tersebut.
“Kemarin itu mencari pemeran Papa Udon sangat susah. Akhirnya mau tidak mau saya harus turun bermain, padahal awalnya saya cuma mau fokus jadi produser,” ujar Denny kepada awak media.
Dengan adanya screening, ia berharap agar masyarakat Banjarmasin mendapat antusiasme yang akan tayang pada 3 September 2026.
Sementara itu, Caitlin Halderman yang memerankan karakter Fanny mengaku harus menguras emosi selama menjalani proses syuting.
Ia menyebut, mendalami kisah hidup Fanny yang penuh persoalan menjadi tantangan tersendiri.
“Memerankan Fanny itu membuat saya merasa sangat kelelahan. Saya sampai tidak kebayang bagaimana sosok Fanny dalam cerita aslinya bisa melewati semuanya,” ungkap Caitlin.
Caitlin berharap berbagai pesan emosional yang dibawa Baby Udon dapat dirasakan dan tersampaikan kepada penonton.
Kendati begitu, Fanny Kondoh sendiri berharap film yang mengangkat perjalanan hidupnya tersebut dapat menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia ingin kisah dalam Baby Udon menjadi penguat bagi mereka yang tengah menghadapi persoalan hidup.
“Semoga film ini bisa masuk ke semua segmen untuk pejuang garis dua, pejuang kanker, yang punya trust issue dengan pasangan, hingga pejuang hidup. Saya berharap kalian tidak merasa sendirian, dan film ini bisa menjadi kekuatan serta harapan,” pungkas Fanny.
Penulis: Aam
