BORNEOTREND.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan perbaikan permanen Jalan Veteran Kilometer 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, akan dilaksanakan pada tahun depan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Teknis Jalan Dinas PUPR Kalimantan Selatan, Misna Utri Wiharti, saat ditemui di lokasi penanganan jalan, Senin (3/8/2026) siang.
Misna menjelaskan, pekerjaan yang saat ini dilakukan di ruas jalan tersebut hanya bersifat sementara untuk menjaga agar kondisi jalan tetap dapat dilalui masyarakat.
"Penanganan yang sekarang hanya sementara. Untuk perbaikan permanen direncanakan tahun depan," ujarnya.
Ia mengatakan, pelaksanaan perbaikan permanen diperkirakan memerlukan waktu antara 9 hingga 11 bulan. Selama proses tersebut berlangsung, ruas Jalan Veteran Km 5,5 harus ditutup total demi kelancaran dan keselamatan pekerjaan.
Menurut Misna, Dinas PUPR telah melakukan koordinasi melalui Forum Lalu Lintas bersama sejumlah instansi terkait, termasuk Satuan Lalu Lintas (Satlantas), guna membahas skema pelaksanaan pekerjaan serta rekayasa arus lalu lintas selama proyek berlangsung.
"Kami sudah berkoordinasi melalui Forum Lalu Lintas, termasuk dengan Satlantas, terkait rencana penanganan permanen dan alternatif ruas jalan yang bisa digunakan masyarakat selama pekerjaan berlangsung," katanya.
Ia mengakui, penanganan sementara yang tengah dilakukan saat ini saja telah menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama di Jalan Pembina, Komplek Rahayu, yang menjadi jalur alternatif bagi pengendara.
"Kalau penanganan sementara saja sudah menyebabkan kemacetan, maka saat pekerjaan permanen nanti dampaknya tentu akan lebih besar. Karena itu, jalur alternatif sudah mulai kami siapkan dan koordinasikan sejak sekarang," jelasnya.
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Dinas PUPR juga tengah menyusun desain teknis untuk penanganan permanen jalan tersebut. Saat ini, proses penghitungan kebutuhan anggaran masih dilakukan sebagai dasar pelaksanaan proyek pada tahun depan.
"Kami sedang mengkaji desain penanganan permanennya. Tinggal melihat estimasi anggaran yang dibutuhkan. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada tahun depan," pungkas Misna.
Penulis: Muchroni
