Pemkab HST dan Bulog Luncurkan Beras Siam Bersubsidi, Mulai Dijual 17 Agustus dengan Harga Rp10 Ribu per Liter

 

FOTO BERSAMA: Pemkab HST melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang HST meluncurkan program "Beras Siam Bupati HST Bersubsidi", jumat (14/8/2026) di Kantor Perum Bulog HST - Foto Dok Istimewa


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Menyikapi tren kenaikan harga beras lokal jenis Siam Madu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Cabang HST meluncurkan program "Beras Siam Bupati HST Bersubsidi".

Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya pada Bulan Maulid.

Kerja sama tersebut resmi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko, dan Pemimpin Cabang Perum Bulog HST Riza Wahyudi, jumat (14/8/2026) di Kantor Perum Bulog HST.

Pemimpin Cabang Perum Bulog HST Riza Wahyudi, mengatakan program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras lokal sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

"Melihat harga beras Siam Madu yang terus mengalami tren kenaikan, kami bersama Pemerintah Kabupaten HST menghadirkan program Beras Siam Bupati HST Bersubsidi agar masyarakat tetap bisa membeli beras lokal dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Bulan Maulid," ujarnya.


Sebanyak 15 pedagang beras di Pasar Keramat Barabai akan menjadi saluran distribusi program tersebut. Beras yang dijual merupakan jenis Siam Madu, dengan pola penjualan eceran maksimal lima liter per orang agar manfaat program dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat. Program ini mulai tersedia di Pasar Keramat Barabai pada 17 Agustus 2026 dengan total kuantum sebanyak 26.650 kilogram atau setara 35.533 liter. 

Pemerintah Kabupaten HST memberikan subsidi sebesar Rp7.500 per kilogram, sehingga harga jual kepada masyarakat ditargetkan sebesar Rp10.000 per liter.

Menurut Riza, program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih murah, tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis dalam mengendalikan inflasi daerah akibat kenaikan harga bahan pangan.

"Kami berharap program ini dapat membantu menekan inflasi di Kabupaten HST, sekaligus membuat masyarakat lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan beras untuk menyambut dan merayakan Bulan Maulid," katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Pemkab HST dan Bulog menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan.

"Semoga program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui langkah nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat," tutupnya.

Penulis: Muhammad Athaillah

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال