![]() |
| MENANG: Pecatur putri HST Ramia Nisa, berhasil keluar sebagai juara pertama Seleksi Pra-PON Kalimantan Selatan Tahap II yang berlangsung pada 21-23 Agustus 2026, Kota Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL- Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Pecatur putri HST Ramia Nisa, berhasil keluar sebagai juara pertama Seleksi Pra-PON Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahap II yang berlangsung pada 21-23 Agustus 2026, Kota Banjarbaru.
Ramia tampil gemilang dalam persaingan ketat yang diikuti 12 pecatur putri dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan (Kalsel). Setelah melewati lima babak pertandingan, Ramia berhasil mengoleksi 10 Point.
Perolehan poin tersebut sama dengan pecatur asal Hulu Sungai Utara (HSU) Hilma Ghinaya. Namun, Ramia berhak menempati posisi pertama setelah unggul dalam perhitungan tiie-break, termasuk hasil pertemuan langsung pada babak terakhir.
Perjalanan Ramia menuju podium juara tidak berlangsung mudah. Pada babak pertama, ia bermain dengan buah putih menghadapi WNM Lilis Maryani dari Banjarbaru. Ramia berhasil mengamankan kemenangan dan membuka langkahnya dengan hasil positif.
Memasuki babak kedua, Ramia kembali memainkan buah putih. Kali ini ia menghadapi Lisa Ariani dari Tanah Laut. Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir dengan hasil remis.
Pada babak ketiga, Ramia harus menghadapi pecatur HSU, Rizka Aulia Rahmi. Bermain dengan buah hitam, Ramia harus mengakui keunggulan lawannya.
Kekalahan tersebut tidak membuat Ramia kehilangan peluang. Ia mampu bangkit pada babak keempat dengan mengalahkan Siti Rabiah dari Tapin. Pada pertandingan itu, Ramia kembali bermain menggunakan buah hitam.
Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas semakin menarik. Ramia kemudian berhadapan dengan Hilma Ghinaya pada babak kelima yang sekaligus menjadi partai penentuan.
Pertandingan tersebut menjadi laga antara hidup dan mati bagi kedua pecatur. Keduanya sama-sama memiliki peluang untuk menjadi juara.
Ramia memegang buah putih, sementara Hilma menerapkan Pertahanan Grünfeld. Sejak awal permainan, keduanya saling memberikan tekanan dan berusaha mencari celah untuk mengambil keuntungan.
Ramia akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui permainan yang jeli. Ia berhasil menemukan langkah-langkah penting hingga akhirnya memenangkan pertandingan dengan buah putih.
Kemenangan tersebut menjadi penentu. Ramia dan Hilma sama-sama mengoleksi 10 poin, tetapi Ramia unggul dalam perhitungan tie-break karena berhasil memenangkan pertemuan langsung.
Hasil itu sekaligus memastikan Ramia Nisa keluar sebagai juara pertama Seleksi Pra-PON Tahap II Kalsel.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menjadi juara pertama. Babak terakhir memang sangat menentukan karena poin kami sama,” ujar Ramia Nisa.
Ramia mengaku berusaha menjaga fokus dan ketenangan saat menghadapi partai terakhir.
“Saya berusaha tetap fokus dan bermain sebaik mungkin sampai pertandingan selesai. Terima kasih kepada keluarga, pelatih, Percasi HST, dan semua yang sudah memberikan dukungan,” katanya.
Ramia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk menghadapi tahapan seleksi berikutnya.
“Semoga di tahap ketiga nanti saya bisa kembali bermain maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk Kalsel,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Percasi HST Haji Fachrin memberikan apresiasi atas keberhasilan Ramia Nisa menjadi juara.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti kerja keras dan perjuangan Ramia dalam meningkatkan kemampuan bermain catur.
“Kami sangat mengapresiasi prestasi Ramia Nisa. Ini merupakan hasil dari kerja keras dan perjuangannya. Apalagi pada babak terakhir ia mampu memenangkan partai penentuan dan menjadi juara melalui tie-break,” bebernya.
Haji Fachrin berharap Ramia tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut. Menurutnya, persaingan pada tahap berikutnya akan semakin berat sehingga kemampuan dan mental bertanding harus terus ditingkatkan.
“Semoga Ramia terus fokus, meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat bertanding. Kami dari Percasi HST tentu akan terus memberikan dukungan agar ia bisa meraih prestasi yang lebih tinggi dan membawa nama baik HST,” tuturnya.
Selain meraih gelar juara, Ramia Nisa juga berhak mendapatkan trofi dan uang pembinaan. Ia memastikan tiket untuk melanjutkan perjuangan ke Seleksi Pra-PON Tahap III.
Dari 12 pecatur yang mengikuti Seleksi Pra-PON Tahap II, sebanyak delapan pecatur berhak melaju ke tahap ketiga. Ramia menjadi salah satu pecatur yang memastikan langkahnya berlanjut setelah tampil sebagai juara.
Sementara itu, posisi ketiga diraih Lisa Ariani dari Tanah Laut. Lisa mengoleksi 8 poin, dengan catatan dua kemenangan, dua hasil remis dan satu kekalahan. Ia unggul dalam perhitungan tie-break atas pecatur lainnya yang memiliki perolehan poin sama.
Prestasi Ramia tersebut menambah catatan positifnya sepanjang 2026. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih Juara II Kejurprov Catur 2026 yang berlangsung di SMA Banua Kalsel.
Dari hasil tersebut, Ramia juga berhak tampil pada Kejurnas Catur di Banten pada Oktober 2026 mendatang.
Kini, Ramia Nisa kembali membawa harapan bagi HST. Setelah menjadi juara Seleksi Pra-PON Tahap II, ia akan melanjutkan perjuangan bersama tujuh pecatur putri lainnya pada Seleksi Pra-PON Tahap III Kalsel.
Penulis: Muhammad Athaillah
