![]() |
General Manager I.League, Budiman Dalimunthe – Foto bolasport.com |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA- I.League resmi membentuk PT Liga Utama Indonesia (LUI) yang menjadi operator Championship. Langkah ini memisahkan badan hukum pengelolaan Championship dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang selama ini menjadi operator Super League.
PT LUI sudah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) klub-klub Championship di Hotel Sheraton, Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).
Dalam RUPS ini ada beberapa pembahasan, salah satunya perubahan kepemilikan saman PT LUI.
General Manager I.League, Budiman Dalimunthe, mengatakan PT LUI dimiliki oleh 21 pemegang saham yang terdiri dari 20 klub Championship dan I.League.
Baik klub dan I.League sepakat pembagian saham ini terbagi, masing-masing menjadi 50 persen.
Budiman mengatakan, sebenarnya PT LUI sudah dibentuk sejak tahun lalu.
Para pemilik klub Championship memang dari awal ingin adanya operator sendiri yang terpisah dari PT LIB.
"Nah, tahun lalu hal tersebut baru diwujudkan karena selama ini semuanya masih berinduk pada satu PT, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB)," katanya.
"Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, secara perlahan tetapi pasti, entitas bisnisnya akan menjadi lebih mandiri dan terpisah."
"Dengan begitu, struktur serta tanggung jawabnya juga menjadi lebih jelas."
"Misalnya, apabila ada keuntungan atau dividen, pembagiannya akan lebih jelas."
"Begitu pula jika terjadi kerugian, tanggung jawabnya dapat ditanggung bersama sesuai dengan struktur kepemilikannya," kata Budiman kepada awak media termasuk BolaSport.com.
Lanjut Budiman, PT LUI dibentuk untuk memisahkan badan hukum antara klub Super League dan Championship.
Menurutnya, ini merupakan bagian dari keputusan yang berasal dari Kongres PSSI tahun 2023.
Kemudian, dalam RUPS PT LUI juga disetujui beberapa agenda, salah satunya perubahan susunan komisaris.
Sebelumnya, hanya ada Sadikin Aksa yang mewakili pemegang saham PT LIB.
"Kemudian ditambahkan komisaris independen, Pak Amir Burhanuddin, yang juga mewakili klub, dalam hal ini Deltras."
"Sementara itu, susunan direksi masih tetap sama, yakni Pak Ferry Paulus sebagai Direktur Utama dan Pak Asep sebagai direktur."
"Selain itu, RUPS PT LUI juga menyetujui sejumlah agenda kegiatan, termasuk jumlah pertandingan, kegiatan lainnya, serta aspek bisnis."
"Alhamdulillah, seluruh agenda tersebut sudah disetujui oleh 14 pemilik saham lama dan enam pemilik saham baru," ucap Budiman.
Enam pemilik saham baru itu yang dimaksud Budiman adalah tim degradasi dari Super League dan promosi dari Liga Nusantara.
"Sehingga, saat ini terdapat 14 pemilik saham lama ditambah enam pemilik saham baru," ucap Budiman.
Perihal pembagian saham, Budiman menjelaskan.
"Kalau di PT Liga Indonesia Baru, 99 persen saham dimiliki oleh 18 klub Super League, sementara satu persen dimiliki oleh federasi, dalam hal ini PSSI."
"Sementara di PT Liga Utama Indonesia, pemegang saham terbesar adalah PT Liga Indonesia Baru."
"Itu juga yang menjadi alasan komisaris utamanya adalah Pak Sadikin Aksa."
"Kemudian, sisa saham yang jumlahnya kurang dari 50 persen dibagi secara rata kepada 20 klub," tutup Budiman.
Sumber: bolasport.com
