![]() |
RUSUH: I.League sempat membuat aturan pembatasan dan larangan suporter away yang berlaku selama kurang lebih empat tahun pasca tragedi rusuh di Stadion Kanjuruhan, Malang – Foto tangerangnews |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA – I.League selaku operator akan memperketat penerapan regulasi terkait kehadiran suporter tim tamu di stadion lawan. Kebijakan tersebut akan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kesiapan panitia pelaksana lokal, keamanan stadion, izin kepolisian, hingga rekam jejak hubungan antarsuporter.
General Manager I.League Budiman Dalimunthe mengatakan aturan mengenai suporter tandang akan mengacu pada standar kompetisi kasta teratas. Namun, penerapannya tetap akan disesuaikan dengan kesiapan masing-masing tuan rumah.
"Masih sesuai dengan yang disampaikan sebelumnya, sama seperti Super League. Kita tunggu dulu sampai regulasinya disahkan," ujar Budiman kepada awak media termasuk kompas.tv, Senin (24/8/2026).
"Untuk suporter tandang tentu ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi. Utamanya adalah kesiapan dari LOC atau tuan rumah. Apakah mereka siap menerima suporter tandang atau tidak."
Selain evaluasi kepanitiaan di lokasi pertandingan, aspek legalitas keamanan serta rekam jejak hubungan antarkelompok pendukung juga menjadi pertimbangan utama dalam pemberian izin.
"Kesiapannya diatur dalam berbagai aspek, mulai dari stadion, keamanan, dan yang paling utama adalah izin dari kepolisian. Kemudian juga dilihat dari riwayat atau sejarah pertemuan antar-klub,"
"Kalau memang berdasarkan riwayat tidak memungkinkan, sejak awal tidak direkomendasikan. Kalau pun direkomendasikan, klub dan tuan rumah harus siap menerima suporter tandang," tegasnya.
Mengenai kuota penonton tim lawan yang diperbolehkan hadir langsung di arena pertandingan, pihak pengelola menetapkan batasan jumlah yang disesuaikan dengan daya tampung venue.
"Sesuai regulasi, nantinya ada sekitar 5 sampai 8 persen dari kapasitas penonton yang bisa dialokasikan untuk suporter tamu," pungkas Budiman.
Sumber: kompastv.com
