Aryanto Misel, Pria Cirebon yang Sulap Kulit Singkong Jadi Pemadam Api

Aryanto Misel memperlihatkan tabung APAR dan bola berisi formula pemadam api yang berasal dari kulit singkong – Foto beritasatu.com


BORNEOTREND.COM, CIREBON - Presiden Prabowo Subianto mendorong penggunaan tepung ubi atau singkong dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ternyata, formula ini sudah lama ditemukan oleh seorang pria bernama Aryanto Misel. Pria asal Desa Lemahabang Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini terkenal karena berhasil membuat alat pemadam api ringan (APAR) dari kulit singkong.

Limbah kulit singkong yang biasanya dibuang oleh banyak orang, di tangan Aryanto bisa diolah menjadi bom bola pemadam api yang diberi nama Annaro Fire Stop.

Berbentuk seperti bola dan dibungkus sterofoam, alat ini diklaim mampu memadamkan api dalam hitungan detik. 

Aryanto yang hanya lulusan SMA mengembangkan inovasi tersebut sejak awal 2000-an secara otodidak. Ide temuannya itu bahkan sudah diakui oleh Jepang.

Annaro Fire Stop memanfaatkan ekstrak kulit singkong yang mengandung potassium citrate. Saat bola dilemparkan ke sumber api, sumbu yang tersulut akan memicu reaksi hingga bola pecah dan melepaskan serbuk pemadam.

Aryanto menjelaskan, mekanisme alat tersebut berbeda dengan pemadam api konvensional. Annaro fire Stop bekerja dengan memutus mata rantai reaksi pembakaran, bukan sekadar menghilangkan oksigen dari sumber api.

"Alat ini bekerja dengan memutus mata rantai reaksi pembakaran," kata Aryanto Misel, Jumat (28/8/2026).

Selain dikembangkan dalam bentuk bola, Aryanto juga membuat alat pemadam api berbentuk tabung. Tabung tersebut menggunakan nitrogen untuk meningkatkan tekanan sekaligus mencegah bahan pemadam menggumpal.

Komposisi Annaro Fire Stop disebut berasal dari sekitar 70% ekstrak kulit singkong. Bahan tersebut kemudian dipadukan dengan katalis dan bahan antigumpal, serta komponen pendukung berupa sumbu dan petasan.

Menurut Aryanto, teknologi yang dikembangkannya selama lebih dari dua dekade itu sempat menarik perhatian berbagai kalangan. Salah satunya mantan Pangdam III/Siliwangi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo yang kini menjabat sebagai pangkogabwilhan I.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Aryanto dalam mengembangkan inovasi pemadam api berbahan dasar kulit singkong.

Aryanto mengungkapkan, resep dan lisensi teknologi tersebut telah dibeli oleh Jepang pada 2010. Meski demikian, dirinya masih diperbolehkan memproduksi alat tersebut dalam skala rumah tangga.

Ia juga mengaku pernah bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk memaparkan alat pemadam api hasil temuannya tersebut.

Menariknya, pemanfaatan kulit singkong tidak berhenti setelah alat digunakan. Sisa serbuk pemadam disebut masih dapat dimanfaatkan untuk membantu kesuburan tanaman karena bahan dasarnya diklaim bersifat organik.

Dalam pengembangannya, Aryanto bahkan pernah memproduksi hingga 1.000 bola pemadam api berdasarkan permintaan pembeli.

Inovasi tersebut kembali menjadi perhatian di tengah maraknya pembahasan mengenai kebakaran hutan dan lahan. Wacana memproduksi alat pemadam berbahan dasar kulit singkong secara massal pun mulai mencuat.

Meski demikian, klaim mengenai efektivitas, keamanan, serta kelayakan penggunaan alat tersebut untuk berbagai jenis kebakaran tetap memerlukan pengujian dan sertifikasi sesuai standar keselamatan yang berlaku sebelum digunakan secara luas.

Sumber: beritasatu.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال