Tekan Angka Kecelakaan dan Balap Liar, Ditlantas Polda Kalsel Terapkan Strategi 5E

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol. Fahri Anggia Natua Siregar – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus memberantas aksi balapan liar, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan akan menerapkan strategi 5E serta penanganan terpadu lintas satuan fungsi.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol. Fahri Anggia Natua Siregar mengatakan, berdasarkan indikator Road Safety Index, tingkat keselamatan lalu lintas di Kalimantan Selatan pada triwulan II tahun 2026 mengalami peningkatan sekitar 6,6 poin dibandingkan triwulan I.

Meski demikian, data periode Januari hingga Juni 2026 masih menunjukkan adanya peningkatan jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas. Namun, di sisi lain jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan berhasil ditekan.

“Kami tetap mengoptimalkan strategi 5E sebagai langkah utama meningkatkan keselamatan berlalu lintas, yaitu melalui Education (edukasi), Encouragement (motivasi), Enforcement (penegakan hukum), Engineering (rekayasa lalu lintas), dan Emergency Response (penanganan kegawatdaruratan),” ujar Fahri, Banjarmasin, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, penerapan strategi tersebut terbukti efektif. Pada tahun 2025, strategi 5E mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas maupun tingkat fatalitas dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain fokus pada keselamatan berlalu lintas, Ditlantas Polda Kalsel juga terus meningkatkan upaya pemberantasan balapan liar yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah.

Menurut Fahri, penanganan balapan liar tidak hanya dilakukan melalui patroli preventif, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas fungsi di tingkat kewilayahan.

Seluruh jajaran Satlantas diminta berkoordinasi dengan Kapolres untuk melakukan penindakan secara komprehensif bersama fungsi Samapta, Intelijen, hingga Reserse Kriminal apabila ditemukan unsur tindak pidana seperti perjudian maupun pelanggaran hukum lainnya.

“Balapan liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Karena itu penanganannya harus dilakukan secara terpadu agar memberikan efek jera sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, patroli rutin terus digelar di sejumlah titik yang kerap dijadikan arena balapan liar, di antaranya kawasan Lingkar Selatan, Jalan Gubernur Syarkawi, serta wilayah Gambut. Kehadiran petugas di lokasi-lokasi tersebut diharapkan mampu mencegah aksi balapan liar sebelum terjadi.

Melalui penguatan strategi 5E, penegakan hukum yang terukur, serta sinergi lintas fungsi, Ditlantas Polda Kalsel optimistis keselamatan berlalu lintas di Kalimantan Selatan dapat terus meningkat, sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال