SPBU Batasi Pengisian BBM Suzuki Thunder, Pertamina: Bukan Kebijakan Nasional

TANGKI MODIFIKASI: Polisi mengamankan sepeda motor Suzuki Thunder yang tangki bahan bakarnya telah dimodifikasi – Foto Net


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Sejumlah SPBU membatasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk sepeda motor Suzuki Thunder. Pembatasan tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah dugaan penyalahgunaan BBM.

PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pembatasan pengisian BBM di sejumlah SPBU terhadap motor Suzuki Thunder, bukan merupakan kebijakan perusahaan secara nasional.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan kebijakan tersebut merupakan inisiatif masing-masing pengelola SPBU sebagai langkah antisipatif untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.

"Kebijakan ini adalah kebijakan proaktif yang diambil SPBU. Pengaturan tersebut adalah kebijakan masing-masing dari SPBU ya," katanya dikutip CNBC Indonesia, Senin (20/7/2026).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Pertamina tetap berkomitmen mendukung penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran. Sehingga, masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat diimbau membeli BBM subsidi secara wajar dan sesuai kebutuhan normal.

Ia lantas menepis anggapan bahwa pembatasan tersebut ditujukan kepada merek sepeda motor tertentu. Menurutnya, kendaraan yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari secara normal tetap dapat mengisi BBM di SPBU tanpa kendala.

"Terkait merk tertentu, hal ini tidak menjadi batasan atau kekhususan, bahkan statement dari Ketum Club Motor tersebut tidak mendapatkan kendala apapun dalam pengisian BBM nya di SPBU karena memang digunakan untuk kegiatan sehari-hari secara wajar," ujarnya.

Namun ia mengakui bahwa di lapangan ditemukan sejumlah oknum yang memanfaatkan jenis sepeda motor tertentu dengan memodifikasi tangki BBM sehingga kapasitasnya melebihi spesifikasi pabrikan atau melakukan pengisian BBM secara berulang-ulang.

"Hal ini yang membuat kebijakan tersebut muncul dengan semangat yang positif untuk pemerataan suplai dan tidak ada maksud mendiskreditkan merk tertentu," kata Roberth.

Sumber: cnbcindonesia.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال