![]() |
RAIH MEDALI: Atlet Perguruan Karate Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan memperoleh medali – Foto MC Kalsel |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Perguruan Karate Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan sukses meraih total 17 medali dan finis di peringkat keempat klasemen akhirpada ajang Shukaido Borneo 2. Bertanding di GOR Hasanudin Banjarmasin, Minggu (12/7/2026) malam, kontingen Shokaido South Borneo mengoleksi 5 medali emas, 2 perak, dan 10 medali perunggu.
Lima medali emas dipersembahkan oleh Dhesta Putra (Kumite -63 kg Cadet Putra), Felisa (Kumite +61 kg Cadet Putri), Aura Lina (Kumite -66 kg Junior Putri), Rizky AP (Kumite -76 kg Junior Putra), dan Sayyid Tampan pada nomor Kata Perorangan Pra Usia Dini. Sementara dua medali perak diraih Dhani SN pada nomor Kumite -67 kg Senior Putra dan Rachi di nomor Kumite +25 kg Usia Dini Putri.
Adapun 10 medali perunggu disumbangkan oleh M. Fikri pada nomor Kata Perorangan Senior Putra, M. Rafa pada nomor Kumite -70 kg Cadet, Sella dan Najla di nomor Kumite -68 kg Senior Putri, Rayhan pada nomor Kumite +84 kg Senior Putra, Fadhela di nomor Kumite +25 kg Usia Dini Putri, Yasmin pada nomor Kumite -45 kg Pemula Putri, Rafa Nurosid pada nomor Kumite -55 kg Pemula Putra, Tedy CS pada nomor Kata Beregu Putra, serta Nisa di nomor Kumite +68 kg Senior Putri.
Ketua Keluarga Sabuk Hitam Shokaido South Borneo Kalimantan Selatan, Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.
Menurutnya, hasil ini sangat membanggakan mengingat kejuaraan tersebut menjadi penampilan perdana perguruan setelah resmi bergabung dengan FORKI Kalimantan Selatan.
“Ini merupakan kejuaraan pertama yang kami ikuti setelah resmi bergabung dengan FORKI Kalimantan Selatan. Alhamdulillah kami mampu finis di peringkat keempat dengan raihan lima emas, dua perak, dan 10 perunggu. Ini pencapaian yang sangat memuaskan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Shokaido South Borneo menurunkan sekitar 70 atlet, dengan sekitar 60 persen di antaranya merupakan atlet pemula yang masih berada pada tingkat sabuk kuning, hijau, dan biru. Hanya sekitar 30 persen atlet yang berasal dari kelompok sabuk hitam atau atlet yang telah memiliki pengalaman bertanding.
“Mayoritas atlet kami adalah wajah-wajah baru yang sedang dibina. Selain itu, usia perguruan kami juga baru sekitar enam bulan. Karena itu, bisa berada di posisi empat besar menjadi kebanggaan tersendiri dan membuktikan kami mampu bersaing dengan perguruan yang lebih dulu berkembang,” katanya.
Yusfiansyah menambahkan, peluang meraih medali sebenarnya masih bisa lebih besar apabila seluruh nomor pertandingan dapat diikuti. Namun, kendala pada proses pendaftaran daring membuat timnya tidak dapat mengikuti sejumlah nomor, terutama kata dan kumite beregu.
Ke depan, Shokaido South Borneo akan terus memperkuat pembinaan atlet melalui program latihan rutin. Atlet prestasi dijadwalkan berlatih empat kali dalam sepekan, sedangkan atlet pemula menjalani latihan tiga kali dalam sepekan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
“Kami optimistis dalam dua tahun ke depan Shokaido South Borneo bisa menjadi salah satu perguruan terbaik di Kalimantan Selatan. Saat ini kami sudah berkembang di 10 kabupaten/kota dengan jumlah anggota mendekati 2.000 orang,” ungkapnya.
Ia juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pembinaan karate, terutama setelah cabang olahraga tersebut tidak lagi masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Menurutnya, dukungan pembinaan sangat penting agar atlet karate tetap memiliki kesempatan berkembang dan mampu bersaing di ajang POPDA, POPNAS hingga tingkat internasional.
Dalam kesempatan itu, Yusfiansyah turut mengungkapkan bahwa tiga atlet Shokaido South Borneo berpeluang tampil pada Kejuaraan Dunia Karate di Turki setelah sebelumnya meraih prestasi pada kejuaraan nasional.
Ia berharap para atlet tersebut dapat memenuhi seluruh persyaratan sehingga mampu membawa nama Indonesia di tingkat dunia.
Sumber: MC Kalsel

