Pria Asal Kalimantan Ini Spill Harga Tiket Nonton Langsung Piala Dunia, Setara 10 Ton Sawit

 

BERGAYA: Seorang pria asal Sambas, Provinsi Kalbar Steven Bun, membagikan pengalamannya menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia sekaligus mengungkap harga tiket yang ia beli - Foto Dok Nett


BORNEOTREND.COM, KALBAR- Seorang pria asal Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Steven Bun, membagikan pengalamannya menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia sekaligus mengungkap harga tiket yang ia beli. 

Dalam unggahannya, ia menyebut tiket kategori tribun belakang dibanderol sekitar Rp22,5 juta per orang. 

Jika dibandingkan dengan harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah wilayah pedalaman Kalbar yang berkisar Rp2.200 per kilogram, nominal tersebut setara dengan hasil penjualan sekitar 10 ton kelapa sawit. 

Di akhir unggahannya, Steven juga mengungkap rasa syukur dan menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya, yang menurutnya menjadi salah satu alasan ia bisa mewujudkan impian menyaksikan Piala Dunia secara langsung.

Dikutip dari radarmalang.jawapos.com, harga tiket nonton Piala Dunia langsung pada edisi 2026 memang terbukti sangat bervariasi, mulai dari kelas paling murah sekitar Rp986 ribu hingga tiket final yang bisa menembus ratusan juta rupiah. 

Harga tiket menonton Piala Dunia 2026 secara langsung diperkirakan menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi suporter yang ingin merasakan atmosfer turnamen di stadion.

Selain tiket pertandingan, penonton juga harus memperhitungkan biaya perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan selama berada di negara tuan rumah.

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama dengan 48 tim dan digelar di tiga negara sekaligus, sehingga permintaan tiket diprediksi sangat tinggi.

Atmosfer stadion menjadi daya tarik utama.

Sorakan ribuan pendukung, pencahayaan arena, suara musik sebelum pertandingan, serta kemegahan tribun memberikan pengalaman yang sulit diperoleh melalui siaran televisi.

Secara keseluruhan, menonton Piala Dunia secara langsung menawarkan pengalaman berharga, tetapi membutuhkan perencanaan finansial yang matang agar perjalanan tetap nyaman dan sesuai anggaran.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa rata-rata harga tiket turnamen tahun ini sebenarnya masih berada di bawah angka USD 500.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sistem dynamic pricing dan legalitas pasar sekunder di Amerika Serikat membuat harga tiket di platform penjualan ulang resmi menggila hingga menembus angka ribuan dolar.

Secara evaluasi kritis, langkah FIFA menerapkan tarif dynamic pricing meniru industri konser musik sangat mencederai inklusivitas sepak bola sebagai pesta rakyat.

Kebijakan ini hanya menguntungkan kalangan korporat dan turis elite, sementara suporter akar rumput yang menjadi jiwa dari olahraga ini justru tersingkir oleh komersialisasi ekstrem.

Sumber: bbs/radarmalang.jawapos.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال