![]() |
PASAR MODAL: Suasana pasar modal di Bursa Efek Indonesia – Foto Net |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan saham syariah merupakan instrumen investasi yang sah dan bukan praktik perjudian. Dalam perspektif syariah, investasi saham telah memperoleh legitimasi melalui fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) serta didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pasar modal syariah di Indonesia telah memiliki sistem yang memastikan seluruh transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah.
“Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa DSN-MUI. Bahkan, pasar modal syariah telah didukung oleh SOTS yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah,” ujar Hasan dilansir dari Antara, Jumat (3/7/2026).
Hasan mengapresiasi pembukaan rekening efek oleh mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi awal untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus mendukung peningkatan jumlah investor domestik.
Meski demikian, Hasan mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru berinvestasi hanya karena mengikuti tren. Ia menekankan pentingnya memahami risiko setiap instrumen investasi sebelum mengambil keputusan.
“Yang tadi sudah membuka rekening, jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening kemudian tanpa pemahaman langsung menginvestasikan modal ke instrumen tertentu. Teruslah belajar dan memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil. Dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu legal dan logis,” kata Hasan.
Hasan menyampaikan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia mencapai sekitar 28,1 juta, dengan lebih dari 54% di antaranya berusia di bawah 30 tahun.
Di Jawa Timur, jumlah investor pasar modal telah mencapai sekitar 3,1 juta dan menjadi yang terbesar ketiga secara nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Rektor Universitas Darussalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi menyambut baik penyelenggaraan kuliah umum tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan bekal penting bagi mahasiswa agar mampu mengelola keuangan dengan baik di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.
“Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi yang dunia ini penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Yang penting saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online. Maka dari itu hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kalian semuanya,” ujar Hamid.
Sumber: beritasatu.com

