![]() |
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H. Achmad Maulana ketika memberikan keterangan kepada wartawan – Foto Muchroni |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Komisi III DPRD Kalimantan Selatan menyoroti target pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel pada 2026. Pasalnya, target tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan realisasi pendapatan yang berhasil dicapai pada tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H. Achmad Maulana mengungkapkan bahwa pada 2025 Dishub Kalsel hanya menargetkan pendapatan sekitar Rp 3 miliar yang bersumber dari operasional Bus Banjarbakula dan layanan di terminal. Namun hingga akhir tahun, realisasi pendapatan justru melonjak hingga lebih dari Rp7 miliar.
"Ini tentu pencapaian yang luar biasa. Karena itu kami mempertanyakan mengapa target pendapatan pada 2026 kembali dipatok hanya sekitar Rp 3 miliar," ujarnya usai menggelar rapat dengan jajaran Dishub Kalsel di ruang Komisi III DPRD Kalsel, Rabu (15/7/2026).
Menurut Achmad Maulana, target pendapatan seharusnya disusun berdasarkan capaian sebelumnya. Dengan realisasi yang telah menembus lebih dari Rp 7 miliar, ia menilai target tahun 2026 semestinya ditingkatkan, bukan justru diturunkan.
Ia mengaku tidak sependapat dengan alasan Dishub Kalsel yang menyebut target sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan dalam penyusunan target tahun berikutnya.
"Kami mempertanyakan apakah penetapan target yang rendah ini memang disengaja sehingga ketika realisasinya melampaui target nanti dianggap sebagai sebuah prestasi. Cara seperti ini tentu tidak tepat," tegasnya.
Komisi III DPRD Kalsel pun meminta Dishub Kalsel melakukan evaluasi terhadap target PAD tahun 2026 dan menaikkannya di atas Rp 3 miliar, bahkan mendekati atau melampaui capaian riil tahun sebelumnya agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan.
Penulis: Muchroni

