![]() |
| FOTO BERSAMA: Anggota Komisi III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh saat melaksanakan Reses Perseorangan di Desa Tumbang Talaken, Kabupaten Gunung Mas, beberapa waktu lalu - Foto Dok Nett |
BORNEOTREND.COM, KALTENG- Aktifitas reses sebagai wadah menyerap berbagai aspirasi masyarakat Kembali dilakukan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Salah satunya Faridawaty Darland Atjeh dengan mengunjungi Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing dan Kabupaten Gunung Mas.
Dalam reses perorangan itu, Faridawaty Darland Atjeh mendapatkan banyak aspirasi, diantaranya yang menjadi perhatian masyarakat adalah kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional lembaga adat.
Dalam dialog bersama masyarakat, Faridawaty Darland Atjeh menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Provinsi Kalteng serta dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai kewenangan.
“Kelembagaan adat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta membantu penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan terhadap sarana dan prasarana menjadi hal yang penting agar fungsi tersebut dapat berjalan optimal,” ujar politisi Partai Nasdem tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Damang Adat setempat menyampaikan bahwa operasional lembaga adat selama ini masih dilakukan secara swadaya meskipun memiliki peran penting dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, kantor adat telah tersedia dan berada di dekat kantor kelurahan. Namun, pemanfaatannya belum optimal karena masih terbatasnya fasilitas penunjang, seperti komputer, printer, serta perlengkapan administrasi lainnya.
“Selama ini operasional lembaga adat masih dilakukan secara swadaya. Padahal perannya sangat penting dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Meskipun kantor adat sudah tersedia dan berlokasi dekat dengan kantor lurah, pemanfaatannya belum berjalan optimal karena masih kekurangan sarana dan prasarana pendukung seperti komputer, printer, dan perlengkapan lainnya,” ungkapnya.
Menurut Damang Adat, ketersediaan fasilitas yang memadai akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat fungsi lembaga adat dalam menjaga keharmonisan sosial melalui penyelesaian persoalan secara musyawarah.
Sumber: Nett
