Kasat Lantas Polres Gunung Mas: Penanganan Kecelakaan di Kampuri Masih Lidik

 

WAWANCARA: Kasat Lantas Polres Gunung Mas, Iptu Eko Erry Setiawan - Foto Dok Congki


BORNEOTREND.COM, KALTENG- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunung Mas masih mendalami penyebab kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang anak berusia 12 tahun di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, jumat (19/6/2026). 

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan apakah peristiwa tersebut merupakan tabrak lari atau kecelakaan tunggal.

Kasat Lantas Polres Gunung Mas, Iptu Eko Erry Setiawan, mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung dengan mengedepankan prosedur yang berlaku. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pembuatan laporan polisi, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pemeriksaan para saksi.

"Unit Gakkum telah melaksanakan penanganan sesuai standar operasional prosedur, mulai dari membuat laporan polisi, mendatangi TKP, melakukan olah TKP, hingga memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian," ujarnya, Jum'at (24/7/2026).


Menurut dia penyidik telah meminta keterangan dari tiga orang saksi. Namun, keterangan yang diberikan belum mengarah pada satu kronologi yang sama sehingga diperlukan pendalaman lebih lanjut sebelum penyidik dapat menarik kesimpulan.

"Ketiga saksi memberikan keterangan yang berbeda-beda. Karena itu kami masih mendalami apakah ini merupakan tabrak lari atau kecelakaan tunggal," katanya.

Selain memeriksa saksi, Satlantas Polres Gunung Mas juga berupaya menemukan sopir truk yang diduga berada di lokasi saat kejadian. Polisi menilai keberadaan sopir tersebut penting untuk membantu mengungkap kronologi kecelakaan.

Dirinya juga menjelaskan, pihaknya telah menelusuri nomor polisi kendaraan yang tampak dalam foto dan video yang beredar di masyarakat. Namun, hasil pengecekan di database Samsat belum menemukan data yang sesuai sehingga proses pencarian masih terus dilakukan.

"Nomor polisi yang terlihat pada foto dan video sudah kami cek, tetapi belum terdata di Samsat. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk menemukan sopir truk yang diduga menjadi saksi kunci dalam peristiwa tersebut," jelasnya.

Ia menambahkan, setelah seluruh alat bukti dan keterangan dinilai cukup, penyidik akan menggelar perkara di Polres Gunung Mas untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Di sisi lain, dirinya mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mencegah anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Selain belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), anak-anak dinilai belum memiliki kemampuan dan kesiapan yang memadai untuk berkendara secara aman di jalan raya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak mengizinkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Selain belum memiliki SIM, penggunaan helm juga wajib demi keselamatan, begitu juga menghindari penggunaan knalpot yang tidak sesuai aturan," tegasnya.

Diketahui, korban dalam kecelakaan tersebut merupakan anak berusia 12 tahun yang saat kejadian mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm. Polisi menegaskan, seluruh proses penyelidikan masih berlangsung dan masyarakat diminta tidak berspekulasi hingga hasil penyidikan resmi diumumkan.

Penulis: Congki Peradi

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال