Kalsel Kekurangan 1.140 Guru, Terbanyak di SMK dan SLB

HADIRI RAPAT: Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedy Hidayat menghadiri rapat bersama Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan - Foto DPRD Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 1.140 guru masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Disdik Kalsel meyatakan kebutuhan guru mencapai 9.178 orang, sementara jumlah guru yang tersedia saat ini baru 8.038 orang. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 1.140 guru untuk memenuhi kebutuhan di seluruh satuan pendidikan.

Berdasarkan jenjang pendidikan, kekurangan guru terbesar terjadi di SMK sebanyak 520 orang, disusul SLB yang masih membutuhkan 408 guru, serta SMA sebanyak 212 guru.

Berdasarkan mata pelajaran, kekurangan guru paling besar terjadi pada Bimbingan dan Konseling (BK), yaitu sebanyak 295 orang. Selanjutnya, Bahasa Inggris masih kekurangan 67 guru, Bahasa Indonesia 48 guru, Akuntansi dan Keuangan Lembaga 29 guru, Pendidikan Agama Kristen 27 guru, dan Pendidikan Agama Katolik 11 guru.

Data tersebut disampaikan jajaran Disdikbud Kalsel saat rapat bersama Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Selasa (14/7/2026).

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedy Hidayat mengatakan, pihaknya berharap kekurangan guru tersebut dapat segera diatasi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Saat ini Disdikbud Kalsel tengah mencari solusi jangka pendek agar seluruh sekolah tetap memiliki tenaga pengajar.

"Kami sudah mencoba berdiskusi dengan pusat untuk mengatasi kondisi kekurangan guru ini. Kami juga sedang mencari solusi jangka pendek agar setiap sekolah tetap memiliki guru," ujar Dedy.

Menurutnya, sejumlah alternatif sedang dikaji, termasuk pemanfaatan skema tertentu yang tetap harus disesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

"Harapannya tahun depan paling tidak solusi tersebut bisa tercapai. Saat ini kami masih berkonsultasi dengan teman-teman di pusat. Kalau memang sesuai regulasi yang mereka buat, tentu akan kami jalankan," katanya.

Dedy menjelaskan, kebutuhan guru tersebar di SMA, SMK, dan SLB. Kekurangan paling banyak terjadi di SMK, terutama untuk guru produktif yang memiliki kompetensi keterampilan khusus.

Selain itu, banyak guru yang dalam waktu dekat memasuki masa pensiun sehingga kebutuhan tenaga pendidik diperkirakan akan terus meningkat.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Jihan Hanifha, S.H., mengatakan persoalan kekurangan guru menjadi perhatian serius DPRD.

"Dalam rapat tadi kami membahas cukup panjang. Memang ada kekurangan guru sebanyak 1.140 orang. Ini menjadi perhatian khusus bagi Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan," ujarnya.

Sebagai solusi, Komisi IV mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur mekanisme penyediaan tenaga pendidik.

Menurut Jihan, regulasi tersebut diperlukan mengingat pengangkatan guru dengan mekanisme sebelumnya sudah tidak memungkinkan, sementara kebutuhan guru terus bertambah akibat banyaknya tenaga pendidik yang pensiun.

"Kami mendorong agar segera dibentuk Pergub tentang tenaga pendidikan. Nanti mekanismenya diatur di sana. Mudah-mudahan dengan adanya Pergub ini, kebutuhan guru bisa segera terpenuhi," katanya.

Selain itu, DPRD juga meminta Disdikbud Kalsel menjalin kerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat agar lulusan baru dapat diarahkan mengajar di sekolah-sekolah yang membutuhkan sesuai bidang keahliannya.

Disinggung tentang masalah pemberian honor bagi guru yang direkrut melalui skema tersebut, Jihan menegaskan hal itu juga akan menjadi bagian yang diatur dalam Pergub.

"Kalau bicara anggaran memang selalu ada keterbatasan. Tapi ini menyangkut pendidikan yang menjadi prioritas. Kami ingin target dalam RPJMD Gubernur terkait peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar terealisasi di lapangan," tegasnya.

Penulis: Muchroni

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال