Kabar Gembira! Pemerintah Akan Buka Formasi Penerimaan CPNS Tahun Ini

SISTEM CAT: Seleksi ASN kini menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dan Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung secara real time – Foto Net


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Pemerintah memberikan sinyal untuk membuka formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026 ini. Kabar gembira ini disampaikan langsung Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Gedung DPD RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Zudan mengatakan, pihaknya telah meminta formasi kebutuhan dari kementerian atau lembaga (K/L) serta daerah untuk pengadaan aparatur sipil negara (ASN), baik itu PPPK dan CPNS.

"Ini kita sudah meminta, permintaan formasi dari daerah, dari kementerian/lembaga, yang pasti untuk seleksi PNS akan ada, nanti PPPK tergantung permintaan, kebutuhannya seperti apa," ungkapnya.

Zudan memastikan, formasi yang akan dibuka, termasuk untuk guru ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah rakyat, melainkan formasi umum.

"Jadi untuk kebutuhan tahun depan itu tes nya harus sekarang karena ada masa calon pegawai, ada orientasi, ada persiapan, dan untuk jabatan-jabatan seperti guru dosen itu memang perlu jabatan yang jangka panjang," tega Zudan.

"Jadi tidak bersifat kontraktual karena ini jabatan fungsional yang mempersiapkan generasi jangka panjang," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Zudan juga menekankan, kebutuhan ASN khususnya PPPK menjadi penting saat ini karena dalam proses pengangkatan PPPK afirmasi 2024-2025 sesungguhnya tidak berbasis kebutuhan yang sudah masuk, melainkan hanya yang memenuhi persyaratan diangkat.

"Kenapa memenuhi persyaratan, karena ada yang tidak punya ijazah sehingga gagal diangkat ini yang dalam pergantian kontraknya ada yang dibuat satu tahun, tiga tahun, lima tahun," tutur Zudan.

Karena itu pemerintah kata dia segera melakukan penataan atau perapian kembali formasi ASN di tahun-tahun sekarang ini, karena sudah ada yang mulai habis kontraknya.

"Ini kan mulai ada keresahan-keresahan, saya pun berharap karena situasi ekonomi seperti saat ini jangan sampai ada PHK massal diupayakan, sebisa mungkin PPPK ini diperpanjang dengan peningkatan-peningkatan kualitas," paparnya.

Zudan turut menekankan, Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara (BPASN) juga cenderung makin mendapati banyak ASN yang bermasalah hingga harus melakukan pemberhentian saat ini.

"Tapi PPPK ngerti harus rajin kerja karena kami di BP ASN setiap bulan selalu ada pemberhentian PPPK yang dipecat karena tidak masuk kantor ini yang harus kita sama-sama saling menjaga," ujarnya.


Rekrutmen ASN Tidak Bisa Diintervensi

Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan sistem rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini tidak lagi bisa diintervensi, termasuk oleh pejabat sekalipun.

Zudan mengaku pernah menerima titipan dari seorang pejabat penting agar seseorang diloloskan menjadi ASN. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena proses seleksi kini sepenuhnya berbasis teknologi dan sistem komputerisasi.

"Pernah suatu ketika saya dititipi pejabat penting enggak bisa masuk. Saya dimarahi habis-habisan. Ya saya jelaskan sistem ini tidak bisa diintervensi oleh perorangan," kata Zudan dalam rapat kerja bersama Komite I DPD RI.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan mengenai alasan seleksi ASN saat ini dinilai semakin ketat dan sulit ditembus.

Menurut Zudan, proses seleksi ASN kini menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) dan Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung secara real time. Dengan sistem tersebut, hasil ujian peserta langsung muncul setelah tes selesai dikerjakan sehingga meminimalkan peluang manipulasi.

"Kenapa sekarang sulit menjadi ASN? Karena itu berbasis komputerisasi yang real time CBT dengan CAT (Computer Assessment Test), sehingga ketika mengerjakan (ujiannya), nilainya langsung keluar," ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip dalam proses seleksi ASN. Bahkan, keluarga pegawai BKN sendiri harus bersaing secara terbuka dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sebagaimana pelamar lainnya.

Zudan mengungkapkan tidak sedikit putra-putri pegawai BKN yang harus mengikuti seleksi berulang kali sebelum akhirnya lolos menjadi ASN.

"Orang dalam pun enggak bisa (intervensi)," tegasnya.

Berdasarkan data BKN, tingkat kelulusan ASN pada periode 2024-2025 hanya sekitar 6,3% dari total pelamar yang mengikuti proses seleksi. Angka tersebut menunjukkan persaingan untuk menjadi ASN semakin ketat seiring penerapan sistem rekrutmen yang lebih transparan dan akuntabel.

Sumber: cnbcindonesia.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال