Jasa Raharja Bukukan Laba Bersih Rp2,30 Triliun, Melonjak 138,54 Persen pada 2025

 

GEDUNG JASA RAHARJA: Kantor Pusat PT Jasa Raharja di Jakarta. Perseroan mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,30 triliun sepanjang tahun buku 2025 sekaligus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat -Foto dok Jasa Raharja
 

BORNEOTREND.COM, JAKARTA – PT Jasa Raharja (Persero) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Di tengah tantangan industri jasa keuangan dan dinamika ekonomi global, perusahaan berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,30 triliun atau meningkat 138,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp963,74 miliar.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (20/7/2026). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, sekaligus membahas laporan evaluasi kinerja, laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil, serta laporan kepatuhan dan pengendalian internal.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja dalam menjalankan transformasi perusahaan secara berkelanjutan. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan mampu meningkatkan kualitas perlindungan dasar bagi masyarakat, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi negara," ujar Awaluddin.

Sepanjang 2025, pendapatan asuransi Jasa Raharja mencapai Rp8,17 triliun, naik dari Rp7,49 triliun pada tahun sebelumnya. Hasil jasa asuransi meningkat menjadi Rp1,95 triliun, sedangkan pendapatan investasi mencapai Rp1,40 triliun atau tumbuh sekitar 73 persen dibandingkan 2024. Laba sebelum pajak juga meningkat menjadi Rp2,57 triliun. Total aset konsolidasian tercatat sebesar Rp20,63 triliun dengan ekuitas mencapai Rp12,62 triliun, mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin kuat.

Selain itu, arus kas dari aktivitas operasi meningkat hampir 115 persen menjadi sekitar Rp1,74 triliun. Penerimaan premi juga tumbuh menjadi Rp6,87 triliun dengan pembayaran klaim yang tetap terjaga secara optimal. Laporan keuangan konsolidasian perusahaan kembali memperoleh opini "Wajar dalam Semua Hal yang Material" dari auditor independen serta mempertahankan peringkat idAAA/Stable.

Menurut Awaluddin, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Karena itu, Jasa Raharja akan terus memperkuat digitalisasi layanan, memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan layanan perlindungan dasar yang semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat," ujarnya.

Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang 2025, Jasa Raharja merealisasikan Program TJSL sebesar Rp32,33 miliar yang difokuskan pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, dan berbagai kegiatan sosial.

Seiring penguatan kinerja keuangan, perusahaan juga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Hingga Juni 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp1,61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan. Pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme guarantee letter (GL) mencapai Rp849 miliar atau sekitar 99 persen dari total santunan luka-luka.

Awaluddin menegaskan peningkatan kualitas layanan merupakan bagian dari transformasi perusahaan yang berorientasi pada pelayanan publik.

"Melalui penguatan digitalisasi, integrasi layanan dengan Polri dan rumah sakit, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap korban kecelakaan memperoleh perlindungan secara optimal," ujarnya.

Hingga Juni 2026, rata-rata waktu penyelesaian santunan meninggal dunia tercatat hanya 1 hari 1 jam, didukung kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia. Di bidang pencegahan, selama semester I 2026 perusahaan telah melaksanakan 4.366 program keselamatan transportasi yang mencakup edukasi keselamatan, penguatan infrastruktur, operasi bersama lintas instansi, riset wilayah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi keselamatan.

Sumber: Jasa Raharja

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال