![]() |
PIMPIN UPACARA: Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Barabai, Nancy Aghita memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan – Foto Ist |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - BPJS Kesehatan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Semangat tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan yang digelar BPJS Kesehatan Kantor Cabang Barabai, Rabu (15/7/2026).
Peringatan yang diikuti seluruh pegawai itu menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pengabdian BPJS Kesehatan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Tahun ini, HUT BPJS Kesehatan mengusung tema "58 Tahun Pengabdian: Menguatkan Gotong Royong, Menjaga Negeri Tetap Sehat."
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Barabai, Nancy Aghita, membacakan pidato kelembagaan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa perjalanan panjang BPJS Kesehatan merupakan bentuk dedikasi seluruh insan organisasi dalam memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak.
Nancy menyampaikan, meski organisasi telah beberapa kali bertransformasi, mulai dari BPDPK, Perum Husada Bhakti, PT Askes (Persero), hingga menjadi BPJS Kesehatan, tujuan utamanya tetap sama, yakni mengabdi kepada bangsa melalui perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurutnya, Program JKN dibangun di atas semangat gotong royong. Nilai tersebut memungkinkan masyarakat yang sehat membantu peserta yang sedang sakit, sekaligus memberi perlindungan bagi mereka yang kurang mampu ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan, saat ini Program JKN telah berkembang menjadi salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia. Tingginya jumlah kepesertaan dan pemanfaatan layanan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan terus meningkat.
"Kepercayaan itu adalah amanah yang harus dijawab dengan pelayanan yang semakin baik. Karena itu, BPJS Kesehatan terus melakukan transformasi melalui penyederhanaan proses layanan, penguatan layanan digital, peningkatan akses pelayanan, hingga berbagai inovasi yang langsung dirasakan peserta," ujar Nancy membacakan pidato Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Meski demikian, BPJS Kesehatan menyadari tantangan pelayanan ke depan semakin kompleks. Masyarakat kini tidak hanya menginginkan pelayanan yang cepat, tetapi juga mudah, transparan, setara, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.
Karena itu, transformasi digital akan terus dikembangkan tanpa mengabaikan peserta yang berada di daerah terpencil, penyandang disabilitas, lanjut usia, maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan digital. Tidak boleh ada peserta yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pelayanan kesehatan.
Selain meningkatkan mutu layanan, BPJS Kesehatan juga terus menjaga keberlanjutan Program JKN. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama pemerintah pusat dan daerah, fasilitas kesehatan, kementerian, dunia usaha, organisasi profesi, media, serta seluruh pemangku kepentingan.
Dalam pidato tersebut juga disampaikan bahwa transformasi layanan diarahkan pada pelayanan yang Mudah, Cepat, dan Setara. Keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi dari kemudahan peserta memperoleh layanan dan penyelesaian persoalan secara tuntas.
BPJS Kesehatan turut mengapresiasi kontribusi Program JKN terhadap pembangunan nasional. Program tersebut disebut telah mendorong peningkatan Produk Domestik Bruto sekitar Rp129 triliun, menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan peserta JKN sekitar 2,6 hingga 3 persen atau sekitar 14-16 juta jiwa, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia sebesar 2,71 persen.
![]() |
| UPACARA: Pegawai Kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Barabai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan – Foto Ist |
Menutup peringatan HUT ke-58, Nancy mengajak seluruh insan BPJS Kesehatan untuk terus memperkuat semangat gotong royong, berinovasi, dan memberikan pelayanan yang berempati.
Menurutnya, keberhasilan BPJS Kesehatan bukan hanya diukur dari besarnya organisasi atau jumlah peserta, melainkan ketika masyarakat merasa terlindungi dan yakin negara hadir melalui Program JKN saat mereka membutuhkan pelayanan kesehatan.
Penulis: Muhammad


