Hari Anak Nasional, Alfamart Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Satu Telur Sehari

DIALOG: Pelaksanaan Program Satu Telur Sehari (STS) oleh Alfamart di Poskesdes Pinggiran Hilir, Kabupaten Banjar - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL - Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Alfamart memperkuat komitmennya mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Selain menyalurkan bantuan telur kepada anak-anak penerima manfaat, perusahaan juga mengedukasi para orang tua tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak.

Salah satu kegiatan digelar di Poskesdes Pinggiran Hilir, Kabupaten Banjar, Kamis (23/7/2026), yang diikuti 60 anak penerima manfaat bersama orang tuanya.

"Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan waktu terbaik untuk mencegah stunting. Sejak anak masih dalam kandungan, kebutuhan gizi ibu harus terpenuhi. Setelah lahir, pemenuhan gizi seimbang juga menjadi faktor penting agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal," ujar Nutrisionis Penyelia Husnul Khotimah.

Husnul menjelaskan stunting dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, lingkungan yang kurang sehat, pola asuh yang belum optimal, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan.

Ia menambahkan, usia enam hingga 24 bulan merupakan periode penting untuk memperbaiki status gizi anak. Pada fase tersebut, konsumsi protein hewani, termasuk telur, menjadi salah satu sumber nutrisi yang mendukung pertumbuhan apabila dibarengi pola makan bergizi seimbang.

Program Satu Telur Sehari yang kini memasuki tahun keempat menargetkan 2.700 anak di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan. Setiap anak menerima satu butir telur setiap hari yang disalurkan secara bertahap melalui Dinas Kesehatan maupun kader Posyandu.

Program tersebut juga terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada 2022 Alfamart menyalurkan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota. Program kemudian menjangkau 591 anak di 12 kabupaten/kota pada 2024, meningkat menjadi 1.000 anak di 25 kabupaten/kota pada 2025, hingga mencapai cakupan terbesar pada 2026.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan perluasan Program Satu Telur Sehari merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

"Perluasan program ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia."

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang disalurkan, tetapi juga dari meningkatnya pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

Berdasarkan monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi.

"Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak," ujar Rani.

Ia berharap Program Satu Telur Sehari dapat membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga sekaligus berkontribusi mendukung target nasional menurunkan angka stunting.

Penulis: P. Silitonga 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال