![]() |
General Manajer PT PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono – Foto Muchroni |
BORNEOTREND.COM, KALSEL– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengungkap penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh gangguan atau forced outage pada sejumlah pembangkit listrik milik swasta yang menyuplai kebutuhan listrik ke sistem interkoneksi PLN.
Hal tersebut disampaikan General Manajer PT PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Kamis (2/7/2026).
"Gangguan itu terjadi karena tidak direncanakan, akibat gangguan peralatan dan lain sebagainya," ujar Iwan kepada awak media.
Iwan Soelistijono memastikan sistem kelistrikan akan berangsur normal dengan status siaga mulai hari Jumat tanggal 3 Juli 2026 dan cadangan daya sebesar 52 megawat.
Lebih lanjut, pria berkacamata ini menjelaskan status siaga bukan berarti tidak lagi dilakukan pemadaman listrik bergilir. Namun, kondisi tersebut tetap bergantung pada keandalan pembangkit listrik swasta yang memasok listrik ke sistem interkoneksi.
"Kalau ada pembangkit listrik swasta yang mengalami gangguan, maka pemadaman listrik berpotensi kembali terjadi," katanya.
Menurutnya, status siaga ini berlaku selama 3 bulan dari Juli hingga September 2026 mendatang. Status ini, katanya, akan dievaluasi setiap dua minggu sekali untuk memastikan kelancaran pasokan listrik.
Iwan memastikan, bulan September 2026 mendatang sistem kelistrikan di Kalselteng akan kembali normal dan tidak ada lagi terjadi pemadaman listrik bergilir.
Terkait jumlah pembangkit listrik swasta yang mengalami forced outage, Iwan memperkirakan terdapat sekitar 11 unit pembangkit yang terdampak. Namun, ia menegaskan kerusakan tersebut tidak terjadi secara bersamaan.
"Jadi bergiliran, tidak rusak berbarengan," tegasnya.
PLN berharap proses pemulihan sistem kelistrikan dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat kembali memperoleh pasokan listrik yang stabil dan andal.
Penulis: Muchroni

