BORNEOTREND.COM, KALTENG- Polsek Sepang dibawah naungan Polres Gunung Mas, menyerahkan 389,95 kilogram jagung pipil hibrida hasil panen petani binaan ke Gudang Bulog Kabupaten Gunung Mas, senin (29/6/2026).
Langkah ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.
Penyerahan jagung dilakukan di Gudang Bulog yang berada di Jalan Tjilik Riwut, Kuala Kurun. Hasil panen tersebut memiliki kadar air berkisar 15,6 hingga 15,8 persen, sehingga memenuhi standar kualitas penyimpanan Bulog.
Proses penimbangan dan serah terima berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Sepang, Bripda Ari, bersama personel Polres Gunung Mas, Bripda Yosua, dan diterima langsung oleh Kepala Gudang Bulog Kabupaten Gunung Mas, Sukamto.
Jagung yang diserahkan merupakan hasil panen triwulan pertama tahun 2026 dari lahan yang dikelola oleh petani binaan Polsek Sepang. Program pendampingan tersebut menjadi salah satu upaya kepolisian dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di daerah.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, melalui Kapolsek Sepang Ipda Purwanto, mengatakan penyerahan hasil panen ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.
"Kami bersyukur dapat menyetorkan 389,95 kilogram jagung pipil hibrida ke Bulog. Ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pendampingan kepada petani," ujar Ipda Purwanto, selasa (30/6/2026).
Ia menambahkan, Polsek Sepang akan terus mendorong sinergi dengan masyarakat dan instansi terkait agar program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan dan mendukung target swasembada jagung nasional.
Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Kabupaten Gunung Mas, Sukamto, mengapresiasi hasil pendampingan yang dilakukan Polsek Sepang. Menurutnya, kualitas jagung yang diterima telah memenuhi standar sehingga dapat menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani dan berbagai pihak untuk memanfaatkan lahan produktif serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Gunung Mas.
Penulis: Congki Peradi

