![]() |
PIMPIN APEL: Kepala Dinkes Batola, Sugimin SKM Mkes memimpin apel – Foto baritokualakab.go.id |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Indonesia termasuk Kabupaten Barito Kuala (Batola) akan melaksanakan enam transformasi kesehatan atau enam pilar pembangunan kesehatan menyusul keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2025.
Kepala Dinkes Batola, Sugimin SKM MKes menjabarkan implementasi di lapangan, termasuk integrasi layanan primer di 19 puskesmas dan transformasi Posyandu menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh desa. Terkait transformasi layanan rujukan, ia menyoroti perlunya pengoptimalan rumah sakit daerah.
“Setelah nanti klinik setara menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), nanti pendapatan bisa dikelola sendiri. Jadi kita dorong 19 puskesmas sudah menjadi BLUD dengan penghasilan Rp23 miliar setiap tahunnya,” katanya, saat menjadi pembina apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (13/7/2026) pagi.
Kepala Dinkes juga memaparkan “Rapor Kesehatan” warga Kabupaten Barito Kuala. Ia menegaskan bahwa beban tugas Dinas Kesehatan kedepan sangat besar, terutama dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan tingkat kesakitan warga.
Dalam momen upacara juga dilanjutkan dengan penyerahan bantuan mesin perontok padi dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala kepada kelompok tani, yakni Kelompok Giat Bersama, Kelompok Tani Mandiri, Kelompok Kalimas Jaya II, Kelompok Cempaka, Kelompok Sumber Harapan, Kelompok Anggrek, Kelompok Maju Bersama II, dan Kelompok Bina Karya.
Selain itu, juga dilakukan penyerahan mobil layanan kependudukan dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala yang diserahkan langsung oleh Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi kepada Kepala Disdukcapil Kabupaten Barito Kuala, yang ditandai dengan penyerahan kunci secara simbolis.
Sumber: baritokualakab.go.id

