Banyak Sekolah Negeri Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Tata Ulang Distribusi Sekolah

DAMPINGI SISWA: Seorang guru mendampingi satu-satunya siswa baru kelas 1 saat MPLS di SD Negeri Kauman 27 Solo, Senin (14/7/2025) – Foto Antara


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Fenomena sekolah negeri sepi peminat mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. Ia meminta pemerintah menata lagi sebaran satuan pendidikan dengan hati-hati.

"Dari perspektif kami, pemerintah perlu menata kembali distribusi satuan pendidikan secara hati-hati dengan tetap mengutamakan hak anak untuk memperoleh akses pendidikan," katanya, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, penyebab sepinya sejumlah SD negeri bukan semata karena turunnya minat masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Namun dia menduga ada faktor lainnya.

"Faktor seperti penurunan angka kelahiran, perpindahan penduduk, persebaran sekolah yang tidak proporsional, hingga kualitas dan daya saing satuan pendidikan turut memengaruhi kondisi ini," sebutnya.

Lalu meminta pemetaan yang dilakukan pemerintah harus akurat pada tiap daerah agar kebijakan yang diambil sesuai kebutuhan. Dia juga meminta adanya sejumlah evaluasi, salah satunya penggabungan sekolah.

"Evaluasi terhadap kemungkinan penggabungan sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, pemerataan guru, serta penguatan sarana dan prasarana, harus dilakukan secara terukur dan melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat, sehingga solusi yang diambil tidak hanya efisien dari sisi anggaran, tetapi juga menjamin layanan pendidikan tetap optimal," ungkapnya.

Perihal fenomena ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti juga telah menanggapi. Mu'ti menyatakan Kemendikdasmen kini tengah melakukan pemetaan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Soal sedikitnya siswa di beberapa SD negeri, ini memang menjadi perhatian kami lintas kementerian. Kami sudah ada pendataan berdasarkan Dapodik, sekolah-sekolah yang muridnya di bawah 100, di bawah 60 orang," ujar Mu'ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Mu'ti menyebut dalam waktu dekat ini akan mengupayakan menggelar rapat bersama Menteri Dalam Negeri. Menurutnya, perlu rancangan kebijakan untuk sekolah-sekolah semacam ini.

"Kami sudah sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri. Nanti kita akan rapat bersama dengan Pak Mendagri untuk membicarakan arah kebijakan ke depan untuk sekolah-sekolah yang muridnya sangat sedikit," jelasnya.

Sumber: detik.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال