Abdul Hafid Desak BPJN Periksa Seluruh Jembatan dan Box Culvert di Jalan Trans Kalimantan

 

WAWANCARA: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalteng Abdul Hafid - Foto Dok Nett


BORNEOTREND.COM, KALTENG- Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Abdul Hafid, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan box culvert di sepanjang Jalan Trans Kalimantan. 

Langkah tersebut dinilai penting oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, sebagai upaya mencegah kerusakan infrastruktur yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Permintaan itu disampaikan menyusul ambruknya box culvert di Kilometer 11 ruas Jalan Trans Kalimantan jalur Kasongan–Kereng Pangi, Kabupaten Katingan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu akses transportasi utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kalteng.

Menurut dia BPJN perlu segera melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap seluruh jembatan maupun box culvert untuk mengetahui kondisi aktual setiap infrastruktur. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pemeliharaan maupun rehabilitasi.

“BPJN perlu segera memetakan sekaligus mengevaluasi jembatan dan box culvert yang berpotensi mengalami kerusakan,” kata Hafid, selasa (7/7/2026).


Ia menjelaskan, pemerintah harus memiliki data yang akurat mengenai usia konstruksi, kondisi fisik, hingga tingkat kelayakan setiap jembatan dan box culvert. Dengan demikian, program perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran berdasarkan tingkat urgensi di lapangan.

“Jangan sampai yang masih layak justru diperbaiki, sementara yang kondisinya sudah mengkhawatirkan belum menjadi prioritas. Semua harus mengacu pada data dan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Selain mendorong evaluasi infrastruktur, dirinya juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap kendaraan over dimension over loading (ODOL). Menurutnya, kendaraan dengan muatan berlebih menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan dan jembatan.

“Penindakan terhadap kendaraan ODOL harus lebih tegas dan berkelanjutan. Jangan hanya dilakukan sesaat, tetapi harus menjadi pengawasan rutin,” tukasnya.

Sumber: Nett

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال