Ratusan Peserta Ikuti Sosialisasi Program UMARA, Siapkan Akses Modal Agar UMKM Naik Kelas

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) menggelar Sosialisasi Permodalan Program Usaha Mikro Maju Sejahtera (UMARA) bagi Pelaku Usaha, Rabu (24/06) kemarin. Foto-Istimewa


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) menggelar Sosialisasi Permodalan Program Usaha Mikro Maju Sejahtera (UMARA) bagi Pelaku Usaha, Rabu (24/06) kemarin. 

Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung 22 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Bazar “Gebyar UMKM” menjelang peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Banjarmasin Creative Hub itu dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda turut hadir Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin Machli Riyadi, perwakilan Bank Kalsel, narasumber, serta 120 pelaku usaha mikro dari berbagai wilayah di Kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda menekankan keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga memperkuat ketahanan ekonomi di tengah berbagai tantangan.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, rekan-rekan dari Bank Kalsel, para narasumber, serta seluruh pelaku usaha yang telah hadir dalam sosialisasi ini dan menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan usaha serta meningkatkan kapasitas diri,” ujar Ananda.

Ia mengatakan, salah satu kendala yang kerap dihadapi pelaku usaha mikro adalah keterbatasan akses terhadap permodalan. Namun, banyak usaha yang sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang.

“Keberadaan UMKM berkontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian daerah. Namun demikian, salah satu kendala yang masih sering dihadapi oleh para pelaku usaha adalah keterbatasan akses terhadap permodalan. Banyak usaha yang memiliki potensi berkembang, tetapi belum dapat tumbuh secara optimal karena keterbatasan modal usaha maupun kurangnya informasi mengenai sumber pembiayaan,” jelasnya.

Kemudian, ia mengatakan Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya menghadirkan program yang dapat membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah melalui Program UMARA yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Bank Kalsel.

“Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor usaha mikro agar semakin maju, mandiri, dan berdaya saing. Saya berharap program ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, pembiayaan yang diperoleh harus digunakan secara produktif, disertai pengelolaan keuangan yang tertib dan perencanaan usaha yang matang agar benar-benar berdampak pada peningkatan omzet dan kesejahteraan keluarga. 

Bahkan, dirinya juga mendorong seluruh peserta agar memanfaatkan forum tersebut untuk menggali informasi seluas-luasnya mengenai kebijakan pembiayaan UMKM, Program UMARA, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pengelolaan keuangan usaha secara sederhana namun efektif.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertanya, dan menggali informasi dari para narasumber. Jangan ragu untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah dan lembaga perbankan demi kemajuan usaha yang dijalankan,” pungkasnya


Penulis: Aam

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال