![]() |
| PENCEGAHAN: Petugas puskesmas menyalurkan telur dari Alfamart sebagai upaya mendukung penanganan stunting di Indonesia - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Alfamart kembali melanjutkan Program Satu Telur Sehari sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan stunting di Indonesia. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya pada 2026, program tersebut diperluas ke 39 kota dan kabupaten dengan target menjangkau lebih dari 2.700 anak yang terindikasi mengalami stunting.
Melalui program ini, Alfamart menargetkan distribusi lebih dari 510.000 butir telur selama periode Mei hingga Oktober 2026. Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui kader posyandu dan dinas kesehatan setempat yang juga bertugas memantau perkembangan tumbuh kembang anak penerima manfaat.
Salah satu wilayah yang turut melaksanakan program tersebut adalah Kabupaten Banjar melalui Puskesmas Astambul. Selain mendapatkan tambahan asupan protein hewani berupa satu butir telur setiap hari, anak-anak penerima manfaat juga memperoleh pendampingan dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Pegawasi Puskesmas Astambul, Hasnul, mengatakan program tersebut memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang mengalami masalah pertumbuhan.
"Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak," ujarnya.
Menurut Hasnul, telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, terjangkau, dan praktis diolah menjadi berbagai menu makanan sehari-hari. Selain pemberian telur, keluarga penerima manfaat juga mendapatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Program ini terus mengalami peningkatan cakupan sejak pertama kali dijalankan. Pada 2025, Alfamart menyalurkan lebih dari 189.000 butir telur kepada 1.000 anak yang terindikasi stunting di 25 kota. Dari program tersebut, sekitar 72 persen anak penerima manfaat tercatat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang yang positif.
Sementara pada 2024, lebih dari 103.000 butir telur didistribusikan kepada 591 anak di 12 kota. Adapun saat pertama kali diluncurkan pada 2022, program ini telah menyalurkan lebih dari 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kota.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari intervensi sederhana yang dinilai efektif dalam membantu menekan angka stunting.
"Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan," kata Rani.
Ia menjelaskan, penerima manfaat dipilih berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan setempat agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada anak-anak yang membutuhkan.
Selain distribusi telur, program tersebut juga dibarengi dengan pencatatan perkembangan anak, pemeriksaan berkala, serta edukasi gizi kepada orang tua. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.
"Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan," lanjutnya.
Melalui perluasan program ke 39 kota dan kabupaten pada tahun ini, Alfamart berharap kontribusi yang diberikan dapat membantu mempercepat upaya penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak Indonesia secara berkelanjutan.
Penulis: P. Silitonga

