Persiku Kudus Dipastikan Tetap Berlaga di Liga 2 Tapi Dihukum Minus Satu Poin Akibat Masalah Lisensi Klub

Logo Persiku Kudus – Foto Ileague.id


BORNEOTREND.COM, SOLO - Manajemen Persiku Kudus akhirnya menjawab keraguan publik terkait nasib tim di ajang Pegadaian Championship 2026/2027. Melalui pernyataan resmi pada Rabu (25/6/2026), pihak klub memastikan bahwa Laskar Macan Muria tetap akan berlaga di kompetisi Liga 2 musim depan. Namun, kabar ini dibarengi dengan sanksi pengurangan satu poin di klasemen akibat ketidaklengkapan aspek dalam proses Club Licensing Cycle yang berstatus Not Granted.

"Tim Persiku Kudus dipastikan akan berlaga pada ajang Pegadaian Championship 2026/2027. Ini komitmen kami untuk seluruh pendukung dan pecinta Laskar Macan Muria," tulis manajemen Persiku.

Meski membawa kabar baik soal keikutsertaan di Liga 2, Persiku juga menyampaikan kabar kurang menggembirakan. Klub asal Kota Kretek itu dipastikan harus memulai kompetisi dengan hukuman pengurangan satu poin.

Sanksi tersebut diberikan karena adanya satu aspek dalam proses Club Licensing Cycle yang berstatus Not Granted atau tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan operator kompetisi.

Dengan demikian, sebelum kompetisi dimulai, Persiku sudah harus menerima pengurangan satu poin di klasemen.

"Musim depan tim kebanggaan kita akan memulai kompetisi dengan pengurangan poin, yakni minus satu poin. Ini disebabkan adanya satu aspek dalam Club Licensing Cycle yang berstatus Not Granted," tulis pernyataan klub.

Manajemen pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung Persiku atas situasi tersebut dan berjanji menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar tidak terulang pada musim-musim berikutnya.

Tak hanya persoalan lisensi klub, Persiku juga menghadapi tantangan lain menjelang musim baru. Stadion Wergu Wetan yang selama ini menjadi markas kebanggaan Macan Muria dikabarkan akan menjalani renovasi.

Kondisi tersebut memaksa Persiku mencari stadion alternatif sebagai kandang sementara selama proses pembangunan berlangsung.

Hingga saat ini, manajemen belum mengumumkan stadion mana yang akan digunakan sebagai home base pada kompetisi Liga 2 musim depan. Namun mereka memastikan tengah melakukan berbagai langkah untuk mencari solusi terbaik.

"Adanya rencana renovasi Stadion Wergu Wetan Kudus, maka kami harus memutar otak untuk menyiapkan langkah penting selanjutnya, yaitu sementara waktu pindah home base," lanjut pernyataan tersebut.

Situasi ini membuat Persiku menjadi salah satu tim yang menghadapi tantangan cukup berat sebelum kompetisi dimulai. Selain harus beradaptasi dengan markas baru, mereka juga wajib mengejar defisit poin sejak pekan pertama.

Meski demikian, kepastian tetap berkompetisi menjadi kabar yang melegakan bagi suporter Persiku. Sebab sebelumnya sempat muncul berbagai spekulasi terkait kesiapan klub menghadapi Liga 2 musim 2026/2027.

Kini fokus Persiku beralih pada pembentukan skuad, penentuan home base sementara, serta upaya bangkit dari hukuman minus satu poin demi menjaga asa bersaing di papan atas Pegadaian Championship musim depan.


Dampak untuk Persiku Musim 2026/2027:

- Tetap berlaga di Pegadaian Championship (Liga 2).

- Memulai kompetisi dengan minus 1 poin.

- Stadion Wergu Wetan akan direnovasi.

- Harus mencari home base sementara.

- Sedang mempersiapkan skuad dan kebutuhan teknis tim


Sumber: Radar Solo

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال