Menteri P2MI RI Berikan Kuliah Umum tentang Migrasi Aman dan Peluang Kerja Luar Negeri di UNISKA MAB

 

FOTO BESAMA: Kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Migrasi Aman dan Peluang Kerja di Luar Negeri” bersama Menteri P2MI RI Drs. H. Mukhtarudin, selasa (22/6/2026) di Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat UNISKA MAB, Jalan Trans Kalimantan, Tatah Mesjid, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola - Foto Dok Rilis UNISKA


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Migrasi Aman dan Peluang Kerja di Luar Negeri” bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Republik Indonesia (RI) Drs. H. Mukhtarudin, selasa (22/6/2026) di Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat UNISKA MAB, Jalan Trans Kalimantan, Tatah Mesjid, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Yayasan dan Universitas, di antaranya Ketua Badan Pengurus Yayasan UNISKA MAB, Drs. H. Budiman Mustofa, Ketua Badan Pembina Yayasan UNISKA MAB, Hj. Rahmi Hayati Tadjuddinnor, Rektor UNISKA MAB, Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M., Wakil Rektor I UNISKA MAB, Prof. Dr. Ir. Aam Gunawan, M.P., IPU., Wakil Rektor II UNISKA MAB, Assoc. Prof. Galuh Nasrulloh Kartika Majangsari Rofam, S.Ag., M.Ag., Wakil Rektor III UNISKA MAB, Assoc. Prof. Didi Susanto, S.Sos., M.I.Kom., M.Pd., serta Wakil Rektor IV UNISKA MAB, Dr. Ilisa Fajriyati, S.I.A., M.M. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh para rektor, dosen, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan, di antaranya UIN Antasari Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Borneo Lestari, Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, Universitas Achmad Yani Banjarmasin, Universitas Terbuka Banjarmasin, dan Universitas Sari Mulia turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 

Dalam sambutannya, Rektor UNISKA MAB, Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menteri P2MI RI Drs. H. Mukhtarudin, beserta rombongan yang telah berkenan hadir di Banjarmasin dan memilih UNISKA MAB sebagai fasilitator penyelenggaraan kegiatan penandatanganan kerja sama dan kuliah umum.

“Kami menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah berkenan hadir di Banjarmasin. Semoga kerja sama melalui penandatanganan MoU dan PKS ini dapat terlaksana dengan baik sehingga peluang dan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi kami untuk bekerja di luar negeri semakin terbuka lebar,” ujar Prof. Zainul.


Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka akses yang lebih luas bagi lulusan perguruan tinggi, khususnya di Kalimantan Selatan (Kalsel), untuk berkarier di tingkat internasional. Selain itu, kolaborasi tersebut juga menjadi motivasi bagi perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu memenuhi standar dan kebutuhan dunia kerja global.

“Melalui penandatanganan kerja sama ini, kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan sehingga mampu memenuhi standar dan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan di luar negeri,” katanya.

Dirinya juga berharap kuliah umum yang disampaikan oleh Menteri P2MI RI dapat memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai migrasi aman serta berbagai peluang kerja yang tersedia di luar negeri.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan kuliah umum hari ini dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa mengenai peluang dan kesempatan bekerja di luar negeri. Setelah menyelesaikan studi, mereka dapat memanfaatkan peluang yang tersedia dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri P2MI RI Drs. H. Mukhtarudin menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan UNISKA MAB dan sejumlah perguruan tinggi di Kalsel merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem perlindungan pekerja migran Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dirinya juga menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan UNISKA MAB dan sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Selatan merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem perlindungan pekerja migran Indonesia yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“MoU ini merupakan langkah kita menciptakan sebuah ekosistem terintegrasi dari hulu sampai hilir terkait perlindungan pekerja migran Indonesia. Karena sejujurnya perlindungan itu harus kita lakukan dari semua sektor. Perlindungan dimulai sebelum penempatan, dilakukan ketika penempatan, dan juga setelah mereka purna bekerja. Sehingga ini melibatkan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan kementerian terkait,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam memberikan edukasi serta perlindungan kepada masyarakat agar terhindar dari penipuan dan praktik pemberangkatan pekerja migran secara nonprosedural.

“Tadi saya juga meninjau Migrant Center UNISKA yang menjadi pusat informasi bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana bermigrasi atau menjadi pekerja migran yang aman melalui proses yang benar dan prosedural. Dengan adanya sinergi ini, kita menjaga agar masyarakat terhindar dari penipuan, pekerjaan ilegal, maupun informasi yang tidak benar,” katanya.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dari perlindungan pekerja migran.

“Sebenarnya dengan meningkatkan kualitas pekerja migran, itu adalah bentuk perlindungan. Mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi akan lebih terlindungi dalam pekerjaannya. Permasalahan sering terjadi ketika seseorang bekerja di luar negeri tanpa kompetensi, tanpa pengetahuan, tanpa kemampuan bahasa, namun tetap berangkat. Karena itu edukasi, pendidikan, dan peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dari perlindungan pekerja migran,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat perlindungan dan meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia.

“Arahan Presiden jelas, kita harus meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia, baik sebelum penempatan, ketika penempatan, maupun setelah penempatan. Selain itu, kita juga harus memperkuat kapasitas mereka agar menjadi pekerja migran sektor formal yang memiliki keahlian menengah hingga tinggi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti manfaat ekonomi yang dihasilkan dari pekerja migran Indonesia bagi keluarga, daerah, maupun negara.

“Dari sisi ekonomi dampaknya sangat besar. Remitansi yang dikirim pekerja migran kepada keluarganya memberikan dampak bagi perekonomian daerah, membantu mengatasi kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Terkait kerja sama dengan perguruan tinggi, ia menilai kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat bagi lulusan yang ingin bekerja di dalam maupun luar negeri.

“Bagi lulusan yang ingin bekerja di dalam negeri kita siapkan jalannya. Bagi yang ingin bekerja di luar negeri juga ada jalannya. Yang penting pilihannya tersedia dan infrastrukturnya disiapkan. Karena itu kemitraan strategis dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting,” katanya.

Menutup sambutannya, ia menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah membangun ekosistem perlindungan pekerja migran yang menyeluruh sekaligus memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai migrasi aman.

“Kita membangun sebuah ekosistem yang holistik bagi pekerja migran Indonesia. Kita juga memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang bagaimana bermigrasi secara aman agar mereka memahami dan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai informasi lowongan kerja luar negeri yang benar dan terpercaya,” pungkasnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Mahasiswa memanfaatkan sesi diskusi untuk mengajukan berbagai pertanyaan terkait peluang kerja internasional, persyaratan menjadi pekerja migran, hingga bentuk perlindungan yang diberikan pemerintah kepada warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Melalui kuliah umum ini, UNISKA MAB kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global, sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan dan kesiapan menghadapi berbagai peluang karier di masa depan.

Sumber: Rilis UNISKA

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال