![]() |
| SAMBUTAN: H Afrizaldi saat memberikan sambutan sebagai Ketua Dewan Pembina JMSI Provinsi Kalsel - Foto Dok Istimewa |
MENJAGA kepercayaan dengan kerja keras dan mampu membuktikan hasilnya adalah prinsip yang selalu dipegang oleh lelaki bernama lengkap H. Afrizaldi.
Dengan prinsip tersebutlah lelaki yang besar di daerah pinggiran Kota Banjarmasin, tepatnya di wilayah Kelayan itu mantap meniti karirnya mulai dari pekerja di bidang industri kreatif, pengusaha di industri kreatif, anggota legislatif di DPRD Kota Banjarmasin dari Partai Amanat Nasional (PAN) hingga sekarang di amanahkan menjadi Direktur Utama salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni PT Bangun Banua.
Perkenalannya dengan H Muhidin saat yang bersangkutan menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalsel dan berlanjut hingga H Muhidin menyatakan maju sebagai Calon Wali Kota Banjarmasin pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banjarmasin tahun 2010, menjadi langkah awal H. Afrizaldi untuk menapaki karir politiknya melalui PAN.
“Waktu itu awal pertama kali kenal Pak Haji Muhidin memang saat beliau sudah menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalsel. Komunikasi semakin intensif saat beliau menyatakan maju sebagai Calon Wali Kota Banjarmasin pada Pilkada Kota Banjarmasin tahun 2010. Waktu itu saya di minta beliau untuk bisa membuat company profile hingga video kampanye beliau agar masyarakat Kota Banjarmasin bisa mengenal sosok Haji Muhidin secara lebih luas melalui media televisi, radio hingga koran,” kenangnya.
Kepercayaan tersebut semakin berlanjut setelah H Muhidin terpilih menjadi Wali Kota Banjarmasin. Dirinya kembali di amanahi untuk membantu H Muhidin mempublikasikan berbagai capaian kerja H. Muhidin dan Irwan Anshari, SE,MM selama memimpin Kota Banjarmasin. Bahkan amanah tersebut diterimanya semakin luas, saat H Muhidin dipercaya memimpin DPW PAN di Provinsi Kalsel.
![]() |
| DISKUSI: Direktur PT Bangun Banua H Afrizaldi (kanan) saat mendampingi Gubernur Kalsel H Muhidin (tengah) saat meninjau kawasan tugu 0 kilometer milik Pemprov Kalsel - Foto Dok Istimewa |
“Tugas yang diberikan semakin luas waktu itu, tidak hanya membranding PAN di Kalsel agar bisa dipandang sebagai Partai Nasionalis dan tidak lagi mewakili Ormas tertentu. Tapi saya juga waktu itu ditugaskan untuk membantu para Caleg di Kota Banjarmasin untuk turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi di pemilu Legislatif di tahun 2019,” tambahnya.
“Semua amanah tadi pun saya lakukan dengan sungguh-sungguh. Karena saya menilai hanya dengan menjaga kepercayaan seperti inilah yang bisa saya lakukan agar bisa meniti karir di politik. Sebab saya ini bukan siapa-siapa, bukan dari keluarga yang berpunya atau dari tokoh politik, saya hanya orang dari keluarga biasa yang lahir dan besar dipinggiran Kota Banjarmasin,” timpalnya lagi.
Konsisten menjaga kepercayaan itu berbuah manis, dimenit-menit terakhir saat penentuan Daftar Caleg Tetap (DCT) di Pileg tahun 2019, H. Afrizaldi malah dipercaya masuk sebagai DCT untuk DPRD Kota Banjarmasin Dapil Banjarmasin Selatan.
Kepercayaan itu pun dibayarnya lunas dengan menjadi peraih suara terbanyak di Dapil Banjarmasin Selatan. Dirinya pun lantas melenggang mulus sebagai Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari PAN periode 2019 – 2024.
“Setelah menyelesaikan satu periode di DPRD Kota Banjarmasin dan jalan periode kedua. Pak Haji Muhidin bersama Pak Hasnuriadi Sulaiman terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel pada Pilkada Kalsel di tahun 2024 lalu. Saya pun lantas mendapatkan penugasan baru dari Pak Haji Muhidin untuk membantu beliau membenahi BUMD milik Pemprov Kalsel,” jelasnya.
“Dengan mantap saya pun mengiyakannya dan mundur sebagai Anggota DPRD Kota Banjarmasin. Sebab saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan tersebut, karena bagi saya Pak Haji Muhidin tipikal orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain, khususnya saat memberikan amanah tertentu. Jadi kalau beliau sudah memberikan kesempatan harus kita ambil dan laksanakan dengan sebaik mungkin,” tambahnya lagi.
Lantas bagaimana kah kepemimpinan H Afrizaldi saat ini di BUMD PT Bangun Banua, bagaimana kondisinya saat dirinya saat pertama kali memimpin, tantangan apa saja yang dihadapinya saat memimpin dan apa saja langkah kedepannya yang ingin diambil agar PT Bangun Banua semakin maju. Berikut kutipan wawancara eksklusifnya bersama Wartawan Arief Rahman di rumah dinasnya belum lama tadi:
Saat pertama kali diamanahkan menjadi Direktur PT Bangun Banua saat itu, bagaimana Anda melihat kondisi perusahaan milik BUMD Pemprov Kalsel tersebut?
Jawab:
Pertama saat saya datang setelah resmi dilantik, saya melihat sistem manajerial yang belum terkoneksi antara perusahaan inti dan anak perusahaan. Bahkan cenderung tidak satu komando karena ada faksi-faksi tertentu yang ada didalamnya. Untungnya mulai pertama kali dilantik, saya diberikan kewenangan penuh oleh Pak Haji Muhidin untuk mengatur penuh masalah PT Bangun Banua tanpa ada titipan dan intervensi dari beliau. Saya pun bisa dengan mudah menghilangkan faksi-faksi itu agar PT Bangun Banua bisa satu komando memberikan manfaat besar bagi Kalsel melalui sumbangsih PADnya.
Lalu kedua yang saya lihat waktu itu adalah masalah transparasi penggunaan anggaran. Agar tidak ada masalah dikemudian hari, saya pun meminta tolong ke Pak Haji Muhidin agar mau memberikan lampu hijau untuk bisa dilakukan audit oleh BPKP, alhamdulillah beliau setuju. Kemudian tidak perlu waktu lama bagi BPKP untuk melakukan audit dan didapatlah ada transaksi keuangan yang mencurigakan hingga Rp43 Miliar. Memang ini kesannya membuka bobrok dapur sendiri dengan merelakan BPKP melakukan audit ke PT Bangun Banua. Tapi bagi saya ini sebuah langkah awal yang harus dimulai untuk memastikan kedepannya transparansi keuangan dalam tubuh BUMD milik Pemprov Kalsel ini bisa lebih baik lagi kedepannya.
Kemudian adakah lagi masalah lain yang ada lihat di PT Bangun Banua?
Jawab:
Jelas ada, salah satunya yang paling krusial adalah bisnis anak perusahaan PT Bangun Banua yang untung, tapi malah bisnis utama PT Bangun Banua yang malah membuatnya rugi. Jadi malah selama ini anak perusahaan yang mensubsidi PT Bangun Banua, bukan malah sebaliknya. Hal itu dikarenakan bisnis-bisnis utama PT Bangun Banua tidak lagi potensial dan malah menggerus keuntungan perusahaan, baik itu bisnis hotel, properti, gas hingga pangan.
Melihat kenyataan itu maka saya putuskan untuk menutup bisnis-bisnis utama tersebut terlebih dahulu dengan berbagai resiko yang harus ditempuh. Lalu saya juga putuskan untuk mulai mencari bisnis lain yang rasional tapi punya potensi besar, salah satunya bisnis servis AC, jasa tenaga outsourcing, bengkel mobil hingga travel tiket penerbangan.
Lalu dari sisi manajerial hal apa yang Anda rubah terhadap PT Bangun Banua?
Jawab:
Pertama tentunya dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). Kalau dulu sistem penggajihan masih berdasarkan jabatan, jadi walau beban dan tanggungjawab besar, tapi kalau jabatan rendah, tetap gajih dan insentif yang diterima akan sedikit. Nah ini pola ini kita rubah, jadi kita pukul rata dulu gajih yang diterima standar, lalu masalah insentif tergantung tanggungjawab yang mereka dapatkan. Semakin besar tanggungjawab yang mereka terima, maka semakin besar pula insentif yang diberikan. Jadi sekarang bukan tidak mungkin walau jabatannya rendah pendapatannya bisa lebih tinggi, karena sesuai dengan tanggungjawab yang telah diberikan. Lalu kita juga memberikan kesematan promosi yang terbuka, artinya selama mereka bisa membuktikan diri berkinerja baik dan mampu memberikan pemasukan bagi perusahaan hingga daerah, mereka yang mungkin sebelumnya jabatannya dibawah bisa kita promosikan untuk naik jabatan.
Kedua saya melakukan pembenahan dari sisi Manajemen Keuangan. Sekarang sistem keuangan di PT Bangun Banua itu tidak lagi manual, tapi real time. Jadi setiap pengeluaran dan pemasukan itu langsung tercatat dalam sistem dan saya bisa melihatnya secara langsung. Kedepan sistem ini bahkan saya akan kembangkan agar Biro Ekonomi hingga Gubernur Kalsel juga bisa melihat langsung keuangan PT Bangun Banua kapan pun beliau memerlukan. Hanya dengan merubah menjadi sistem real time ini, asal tahu saja deviden PT Bangun Banua bisa mencatatkan kenaikan hingga 120 persen dari sebelumnya.
Dengan berbagai pembenahan yang sudah Anda, adakah target khusus yang ingin Anda canangkan di PT Bangun Banua?
Jawab:
Kalau deviden kan sudah tercapai, naik hingga 120 persen dari sebelumnya. Namun sebagai sebuah BUMD milik Pemerintah Provinsi Kalsel yang APBD daerahnya mencapai 8-11 Triliun Rupiah tiap tahunnya, saya masih merasa sumbangsih PT Bangun Banua terhadap PAD masih sangat kecil. Makanya kami di PT Bangun Banua terus berusaha bagaimana caranya terus mencari sumber-sumber pendapatan baru lainnya.
Salah satunya memanfaatkan pasar utama kami yaitu Pemerintah Provinsi Kalsel dengan menyediakan pemeliharaan gedung berupa servis AC, tenaga outsourcing hingga menyediakan layanan tiket hotel dan penerbangan bagi para ASN. Kami juga membuka peluang untuk memanfaatkan bekas hotel Batung Batulis untuk bisa disewakan kedepannya menjadi tempat seminar, pertemuan hingga even pernikahan yang layak. Ini tentu bisa dimanfaatkan para Instansi atau masyarakat untuk menyewanya.
Memang masih banyak peluang lain, namun dengan SDM yang ada kami lebih memilih menggarap yang dirasa mampu saja terlebih dahulu, ketimbang memaksakan diri yang ujungnya malah membuat perusahaan rugi.
Tadi Anda menyinggung masalah PT Bangun Banua akan menggarap bisnis di pasar utama Pemerintah Provinsi Kalsel. Ada anggapan miring terkait hal tersebut karena dianggap mengambil pasar swasta, bagaimana tanggapan Anda?
Jawab:
PT Bangun Banua ini kan sesuai Perda 55 persen keuntungannya wajib diserahkan untuk Pemerintah Provinsi Kalsel sebagai PAD. Jadi yang kami lakukan ini sebenarnya tidak untuk pribadi atau golongan, namun semata-mata nantinya akan dikembalikan ke daerah melalui PAD. Kemudian bagi saya sah-sah saja jika PT Bangun Banua ingin menggarap pasar di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel, ini lebih nyata ketimbang kami harus mencari pasar diluar yang belum tentu kami siap dan mampu menggarapnya.
Lagi pula jasa yang kami tawarkan pun tidak lebih mahal dari swasta dan malah cenderung sama mengikuti harga pasar. Jadi dimana letak permasalahannya. Malah bagi saya yang mempermasalahkan itu harus ditanya ingin membantu siapa, daerah kah, atau segelintir orang saja.
![]() |
| SIMBOLIS: Penyerahan bantuan CSR kepada masyarakat dari PT Bangun Banua yang langsung diserahkan oleh Direktur Utama H Afrizaldi - Foto Dok Istimewa |
Kesuksesan Anda hari ini tentunya tidak lepas dari sosok H Muhidin, bagaimana Anda melihat sosok beliau?
Jawab:
Bagi saya sosok H Muhidin sudah saya anggap sebagai orang tua sendiri. Bahkan saya harus mengakui kepercayaan yang beliau berikan kepada saya hingga sekarang, bisa membuat saya mencapai posisi yang ada hari ini. Karena itulah saya selalu berusaha agar bagaimana bisa menjaga beliau sama seperti saya menjaga diri sendiri.
Bagi saya juga beliau banyak memiliki kelebihan, seperti pemaaf, pekerja keras, pandai melihat peluang dengan segala keterbatasan dan juga dermawan. Segala kelebihan tadilah yang selalu saya coba tiru bagi diri sendiri.
Terakhir, adakah tips yang bisa diberikan kepada Generasi Muda agar bisa sukses berkarir seperti Anda?
Jawab:
Kalau Anda seperti saya, yaitu dari keluarga yang biasa-biasa saja penting tentunya jika diberikan amanah harus senantiasa menjaga kepercayaan. Yakinlah dengan kita pandai menjaga kepercayaan dan mampu memberikan hasil yang terbaik kepada si pemberi kepercayaan, suatu saat derajat kita akan terangkat dengan sendirinya.(***)



