HSU Catat Penyaluran TKD Tertinggi di Kalsel, Balangan Terendah

KONFERENSI PERS: Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo saat menggelar konferensi pers terkait realisasi penyaluran tertinggi Transfer ke Daerah (TKD) – Foto MC Kalsel


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mencatat realisasi penyaluran tertinggi Transfer ke Daerah (TKD), yakni mencapai 48,55 persen dari pagu. Sementara itu, Kabupaten Balangan menjadi daerah dengan realisasi terendah sebesar 42,59 persen.

Data ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo saat menggelar konferensi pers, Selasa (30/6/2026).

Catur mengatakan, penyaluran TKD di Provinsi Kalimantan Selatan hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp8,33 triliun atau 45,83 persen dari total pagu sebesar Rp18,17 triliun.

Penyaluran tersebut menjadi instrumen penting pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, peningkatan kualitas layanan publik, serta memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah.

Dari sisi jenis transfer, Dana Alokasi Umum (DAU) masih menjadi komponen terbesar dengan realisasi sebesar Rp5,26 triliun atau 48,60 persen dari pagu Rp10,82 triliun. Nilai tersebut mencakup sekitar 63,14 persen dari total penyaluran TKD di Kalimantan Selatan dan seluruhnya disalurkan melalui skema block grant.

Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) telah terealisasi sebesar Rp1,52 triliun atau 37,22 persen dari pagu Rp4,09 triliun. Penyaluran DBH didominasi oleh DBH Sumber Daya Alam Mineral dan Batubara (Minerba) sebesar Rp1,35 triliun atau 88,67 persen dari total penyaluran DBH.

Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, realisasi hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp4,32 miliar atau 7,67 persen dari pagu Rp56,31 miliar. Penyaluran DAK Fisik telah mulai dilakukan oleh Kabupaten Banjar.

Adapun DAK Non Fisik telah terealisasi sebesar Rp1,17 triliun atau 43,77 persen dari pagu Rp2,67 triliun. Penyaluran terbesar berasal dari Tunjangan Guru ASN Daerah sebesar Rp658,52 miliar serta Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp410,02 miliar.

Di sisi lain, Dana Desa menunjukkan progres penyaluran yang cukup baik. Hingga 31 Mei 2026, Dana Desa telah tersalurkan sebesar Rp373,17 miliar atau 70,19 persen dari pagu Rp531,65 miliar.

Penyaluran tahap pertama masih menyisakan 23 desa dari total 1.871 desa penerima, sedangkan penyaluran tahap kedua telah menjangkau 893 desa di sembilan pemerintah daerah. Hingga akhir Mei, penyaluran tahap kedua masih belum dilakukan di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Catur menambahkan, Kanwil DJPb Kalimantan Selatan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemerintah daerah agar proses penyaluran TKD dapat berlangsung tepat waktu dan sesuai ketentuan.

“Kami berharap seluruh pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan. Dengan demikian, transfer yang telah disalurkan dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” tutup Catur. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال