Harganya Sudah Menyentuh 2,4 Juta Pergram, Investasi Emas Masih Tetap Diburu Masyarakat

 

RAMAI: Aktifitas pembelian emas oleh masyarakat di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin - Foto Dok Arief


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu, membuat harga emas dipasaran pada awal Juni 2026 masih cenderung tinggi.

Dari pantauan di salah satu pasar jual beli emas terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, senin (1/6/2026), harga emas terpantau naik dibanding bulan Mei 2026 lalu.

"Kalau kita banding dengan Mei 2026, kenaikan harga emas mencapai Rp40.000 pergramnya," ujar Owner Toko Emas Taisir I H Gurdan.


Saat ini untuk emas batangan harganya mencapai Rp2.400.000 pergram. Lalu untuk emas perhiasan 99 persen mencapai Rp2.450.000 pergram. Kemudian untuk emas perhiasan kadar 75 harganya mencapai Rp2.100.000 pergram. Terakhir untuk emas perhiasan kadar 37,5 dijual Rp1.200.000 pergram.

"Memang kenaikannya tidak sebesar beberapa waktu lalu. Tapi kecendungannya akan naik lagi seiring belum berakhirnya konflik Amerika - Iran di Timur Tengah," tambahnya.

Walau harga emas naik, diakuinya pembelian emas masih cenderung tinggi, mengingat saat ini emas dinilai menjadi salah satu investasi yang paling aman ditengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

"Emas mudah dijual Kembali, bisa dipakai untuk fashion hingga harganya tidak tergerus inflasi. Makanya minat masyarakat untuk membeli emas masih tinggi walau pun harganya terus naik," tukasnya.

Penulis: Arief Rahman

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال