BORNEOTREND.COM, KALSEL – Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Integrasi Data Lahan Baku Sawah (LBS). Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, pada Rabu (11/6/2026).
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Perlindungan Lahan, Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Lina Triandaru, menyampaikan bahwa tujuan utama dari bimtek ini adalah meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan KKPR.
Selain itu, kegiatan ini menargetkan pemenuhan LBS sebesar 87% dalam penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di tingkat kabupaten/kota, serta merumuskan rekomendasi solusi atas kendala penertiban PKKPR di lapangan.
“Kabupaten yang saat ini sudah memenuhi target 87% LBS dan telah memuatnya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) adalah Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Kotabaru,” jelas Lina Triandaru.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Budi Kristiyana, menegaskan pentingnya menjaga lahan produktif di tengah pesatnya pembangunan daerah demi menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.
“Diperlukan kebijakan pengendalian yang tepat dan terarah agar pemanfaatan ruang berjalan seimbang. Pemenuhan LBS sebesar 87% dalam penetapan LP2B pada rencana tata ruang adalah langkah penting untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap sawah produktif,” tegas Budi dalam sambutannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan arahan dari Staf Ahli Kementerian ATR/BPN serta penyampaian materi teknis oleh Direktorat Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN.
Seusai acara, Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi mengungkapkan rasa optimisnya. Beliau berharap hasil dari bimtek ini dapat diimplementasikan dengan baik agar tata ruang di Kabupaten Barito Kuala semakin tertib dan teratur di masa depan.
Lebih lanjut, H. Bahrul Ilmi menjelaskan bahwa capaian 87% lahan pertanian yang sudah masuk dalam revisi RTRW Barito Kuala akan menjadi batu loncatan penting untuk langkah strategis berikutnya.
“Dengan revisi RTRW Kabupaten Barito Kuala yang sudah ditetapkan dan tercapainya target 87% untuk lahan pertanian, harapan kita ke depan adalah mendorong percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Hal ini sangat penting demi memberikan kemudahan investasi di Kabupaten Barito Kuala,” pungkasnya.
Kegiatan strategis ini juga dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan pejabat penting se-Kalimantan Selatan, di antaranya Bupati Tanah Bumbu, Wakil Wali Kota, Wakil Bupati Tabalong, dan perwakilan kabupaten kota lainnya.
Sumber: baritokualakab.go.id

