Dari Rawa Menjadi Karya, Museum Lambung Mangkurat Edukasi Masyarakat Pelestarian Purun Sebagai Karya Seni

ANYAM PURUN: Seorang perajin menganyam tanaman purun menjadi tikar – Foto merdeka.com


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Belajar Bersama III bertajuk “Dari Rawa Menjadi Karya” yang mengangkat purun, tanaman rawa khas Kalimantan Selatan, sebagai bahan utama yang diolah menjadi berbagai karya seni bernilai estetis sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, melalui Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, mengatakan pemilihan tema purun merupakan bagian dari upaya menjadikan museum sebagai pusat edukasi seni dan budaya yang inklusif bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Purun ini sebelumnya memang sudah hampir tersisih dari kegiatan-kegiatan masyarakat pada era modern seperti ini. Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan dapat menjadi trigger bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali mengenal dan melestarikan purun melalui kegiatan yang positif,” ujar Ady di Banjarbaru, Selasa (30/6/2026).

Menurut Ady, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. Keterampilan mengolah purun yang diperoleh peserta diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan yang bernilai jual sehingga mampu mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus mendukung berbagai program edukasi budaya yang mampu memberikan manfaat bagi pelestarian warisan budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Terkait hasil karya peserta, Ady menjelaskan seluruh hasil kerajinan dapat dibawa pulang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka. Selain itu, karya-karya tersebut juga akan dipublikasikan melalui media sosial Museum Lambung Mangkurat sebagai sarana promosi dan edukasi kepada masyarakat.

“Hasil karya peserta nantinya akan dibawa pulang dan kami ekspos melalui akun media sosial museum. Harapannya, karya tersebut dapat menjadi kebanggaan bagi peserta, dipajang di rumah, sekaligus menjadi media promosi kegiatan edukasi di museum dan semakin mengenal kepada masyarakay luas terkait kerajinan purun,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini pun sangat tinggi. Kuota peserta langsung terpenuhi sesaat setelah pendaftaran dibuka secara daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat seni dan budaya hingga masyarakat umum.

Tidak hanya diikuti warga Banjarbaru dan daerah sekitarnya, kegiatan ini juga menarik minat peserta dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu.

Ke depan, Ady berharap promosi kegiatan edukasi budaya dapat diperluas sehingga semakin banyak masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok Kalimantan Selatan, dapat berpartisipasi dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus memperoleh keterampilan yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga. 

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال