![]() |
| KOMPAK: Foto bersama peserta pelatihan pembuatan bibit jamur yang diselenggarakan oleh CSR PT BIB - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALSEL - CSR PT Borneo Indobara (BIB) menggelar Pelatihan Pembuatan Bibit Jamur sebagai upaya memperkuat kemandirian usaha budidaya jamur masyarakat desa binaan di wilayah Ring 1 perusahaan. Kegiatan ini berlangsung pada 16 Juni 2026 di Desa Sidorejo, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
Pelatihan tersebut diikuti 27 peserta dari kelompok budidaya jamur yang berasal dari Desa Jombang, Sumber Makmur, Banjarsari, Sidorejo, dan Mekar Mulya. Program ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas petani jamur yang selama ini didampingi CSR PT Borneo Indobara.
Kegiatan ini difokuskan untuk menjawab tantangan utama para pembudidaya, yakni ketergantungan terhadap bibit jamur dari luar daerah yang selama ini berdampak pada tingginya biaya produksi, terutama pada tahap pembuatan baglog.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan teknis agar mampu memproduksi bibit jamur secara mandiri sehingga diharapkan dapat menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperbesar keuntungan kelompok budidaya.
Sebelum pelatihan dilaksanakan, pada 15 Juni 2026, tim CSR bersama trainer melakukan kunjungan lapangan ke lima desa binaan untuk melihat langsung kondisi budidaya jamur masyarakat.
Kelima desa tersebut meliputi Desa Jombang, Sumber Makmur, Banjarsari, Sidorejo, dan Mekar Mulya. Dalam kunjungan itu, tim meninjau kondisi kumbung jamur, proses budidaya, hingga kendala teknis yang dihadapi kelompok tani.
Selain observasi, tim juga berdialog dengan para pembudidaya terkait proses produksi, kualitas baglog, manajemen usaha, serta produktivitas panen. Hasil kunjungan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan materi pelatihan agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Untuk memperkuat materi pelatihan, CSR PT Borneo Indobara menghadirkan Wawan Gutama, praktisi budidaya jamur asal Bogor yang telah berpengalaman dalam produksi bibit dan pengembangan usaha jamur konsumsi.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari teknik pembuatan bibit jamur, sterilisasi, pengelolaan media tanam, standar kebersihan produksi, hingga strategi menjaga kualitas bibit agar menghasilkan baglog yang optimal.
Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan bibit jamur sehingga dapat memahami proses secara menyeluruh dan menerapkannya pada usaha masing-masing.
Pimpinan CSR PT Borneo Indobara, Triandi Subagyo, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis penguatan kapasitas kelompok usaha produktif di desa binaan.
“Budidaya jamur merupakan salah satu sektor ekonomi riil yang memiliki peluang cukup baik untuk dikembangkan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin meningkatkan kemampuan kelompok binaan agar lebih mandiri, menekan biaya operasional, dan meningkatkan pendapatan usaha,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan keterampilan teknis seperti pembuatan bibit menjadi kunci penting dalam membangun rantai usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Salah satu peserta, Tata, warga Desa Banjarsari, mengaku pelatihan ini memberikan manfaat langsung bagi pengembangan usahanya.
![]() |
| PRAKTIK: Suasana pelatihan pembuatan bibit jamur oleh CSR PT BIB - Foto Dok Istimewa |
“Selama ini kami membeli bibit dari luar sehingga biaya produksi cukup besar. Dengan pelatihan ini kami jadi memahami proses pembuatan bibit dan bisa mencoba memproduksi sendiri,” ungkapnya.
Trainer pelatihan, Wawan Gutama, menilai potensi budidaya jamur di desa binaan CSR PT BIB cukup besar jika didukung peningkatan kapasitas teknis dan manajemen usaha yang baik.
Ia juga menekankan bahwa kemandirian dalam produksi bibit menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing kelompok budidaya jamur di tingkat lokal.
Penulis: Jack


.jpeg)