![]() |
UNJUK RASA: Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Tuntung Pandang menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kabupaten Tanah Laut menuntut pemerataan distribusi solar subsidi – Foto Ist |
BORNEOTREND.COM, KALSEL – Tak satu pun anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang hadir saat puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Tuntung Pandang menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Kabupaten Tanah Laut, Senin (18/5/2026) siang.
Aksi yang melibatkan mahasiswa bersama masyarakat pesisir itu dilakukan sebagai bentuk tuntutan atas pemerataan distribusi solar subsidi.
“Hari ini masyarakat kecil datang, bahkan anak-anak juga ikut hadir. Pak, nelayan dari ujung selatan rela datang ke sini. Saya sendiri dari Banjarmasin datang untuk menyuarakan ini, Pak!” ujar Riski, salah satu perwakilan massa aksi di hadapan petugas keamanan.
Aksi yang dikoordinatori Ilmi tersebut turut menyayangkan kosongnya kantor legislatif saat jam kerja berlangsung. Hingga pukul 15.42 WITA, tidak terlihat kehadiran anggota dewan, sehingga massa menilai hal itu sebagai bentuk kurangnya kepedulian terhadap keresahan dan kesulitan masyarakat pesisir.
“Coba lihat bangku di sana. Berapa banyak ibu-ibu yang menangis? Berapa banyak ayah yang harus melihat anak-anak mereka menahan lapar? Hidup nelayan! Kami tidak akan beranjak dari tempat ini sebelum ada satu pun wakil rakyat yang datang menemui kami!” seru orator dalam aksinya.
Menanggapi tuntutan massa, Sekretaris DPRD Tanah Laut, Gentry Yuliantono, akhirnya menemui peserta aksi dan menjelaskan bahwa seluruh anggota dewan tengah menjalankan agenda dinas luar daerah. Ia menyebutkan, kegiatan ke Jakarta hingga Pekalongan tersebut telah dijadwalkan sejak sebulan sebelumnya melalui Badan Musyawarah DPRD.
“Agenda yang dijalankan anggota dewan sudah sesuai jadwal resmi. Kalau tidak mengikuti jadwal, tentu bisa menjadi persoalan dalam pemeriksaan. Karena itu mereka tidak bisa langsung hadir sekarang, semuanya harus melalui agenda yang telah ditetapkan,” jelas Gentry.
Penulis: Shinta

