PT Bangun Banua Bentuk Unit Usaha Baru, Bantah Monopoli Penjualan Tiket

Direktur Utama (Dirut) PT Bangun Banua Kalimantan Selatan H. Afrizaldi – Foto Muchroni


BORNEOTREND.COM, KALSEL - Direktur Utama (Dirut) PT Bangun Banua, H Afrizaldi menyampaikan bahwa perusahaannya saat ini tengah membentuk unit usaha baru yang bergerak di bidang aneka usaha, termasuk sektor penjualan tiket pesawat.

Menurut Afrizaldi, langkah ini diambil karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dinilai sebagai salah satu pasar potensial. Salah satu fokus yang dibidik adalah kebutuhan perjalanan dinas yang dilakukan oleh SKPD maupun ASN di lingkungan pemerintah provinsi.

“Misalnya mereka ingin melakukan perjalanan ke luar daerah, bisa membeli tiket melalui travel kami, PT Bangun Banua,” ujarnya saat ditemui usai rapat paripurna rekomendasi LKPj Kepala Daerah Tahun 2025, di Gedung DPRD Kalsel, Selasa (5/5/2026).

Meski demikian, Afrizaldi menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi ASN atau instansi pemerintah untuk membeli tiket melalui perusahaannya. Ia menyebutkan bahwa pihaknya hanya memberikan imbauan tanpa adanya tekanan atau intervensi.

“Bebas saja. Kami memahami ada banyak travel lain yang juga menawarkan tiket. Kami hanya mencoba masuk ke pasar ini sebagai perusahaan daerah untuk berbisnis dan memperoleh keuntungan,” jelasnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa PT Bangun Banua melakukan praktik monopoli dalam penjualan tiket. Menurutnya, sistem pembelian tiket pesawat berbeda dengan tiket konser yang bisa diborong lalu dijual kembali.

“Pembelian tiket pesawat itu berdasarkan pemesanan. Jadi tidak bisa dibeli dalam jumlah besar lalu ditentukan harganya oleh agen,” katanya.

Afrizaldi menambahkan, agen tiket tidak memiliki kewenangan untuk menaikkan harga. Seluruh harga tiket sepenuhnya ditentukan oleh maskapai penerbangan, sementara agen hanya memperoleh komisi dari penjualan.

Lebih lanjut, ia juga menanggapi isu kelangkaan tiket pesawat yang sempat terjadi. Afrizaldi menilai hal tersebut tidak masuk akal jika dikaitkan dengan agen penjualan tiket.

“Agen hanya menjual tiket yang disediakan maskapai. Tidak mungkin agen membuat tiket menjadi langka,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kelangkaan tiket lebih disebabkan oleh faktor operasional maskapai, salah satunya kenaikan harga bahan bakar avtur yang mencapai 13 hingga 19 persen. Kondisi tersebut membuat maskapai mengurangi frekuensi penerbangan guna menekan kerugian.

“Jadi bukan karena agen tiket, tetapi karena kebijakan maskapai dalam menyesuaikan biaya operasional,” pungkasnya.

Penulis: Muchroni

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال