Pemkab Gunung Mas dan Pertamina Perkuat Koordinasi, Pastikan Stok BBM Tetap Aman

KOORDINASI: Pertemuan antara Sales Branch Manager (SBM) Kalteng Fuel 1 PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Hari Harjunadi, dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALTENG – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat koordinasi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Sales Branch Manager (SBM) Kalteng Fuel 1 PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Hari Harjunadi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Richard, menyusul antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kuala Kurun dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat meningkatkan pengawasan distribusi BBM guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta menjaga stabilitas pasokan di wilayah Gunung Mas.

Hari Harjunadi menyampaikan Pertamina terus melakukan evaluasi dan penguatan distribusi agar penyaluran BBM berjalan optimal. Ia juga memastikan stok BBM untuk Kabupaten Gunung Mas dalam kondisi aman.

“Kami datang untuk berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah terkait kondisi antrean BBM yang terjadi beberapa hari terakhir. Ke depan kami memastikan stok BBM untuk Kabupaten Gunung Mas aman,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunung Mas Richard menegaskan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berupaya agar kondisi antrean pengisian BBM di SPBU dapat segera terkendali dan kembali normal.

Sebagai bentuk penguatan pengawasan distribusi, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas juga menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor: 100.3.4.2/48/DISPERINDAG/V/2026 tentang Penguatan Pengawasan Distribusi dan Perlindungan Konsumen atas Stabilitas Harga BBM di Wilayah Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

Sebelumnya, antrean panjang kendaraan sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kuala Kurun dan menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi meningkatnya konsumsi BBM di wilayah tersebut.

Penulis: Congki

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال