FPRB Balangan Dikukuhkan, Siap Perkuat Mitigasi Bencana

PENGUKUHAN: Wabup Balangan Akhmad Fauzi mengukuhkan Dewan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana masa bakti 2025-2029 - Foto Dok Istimewa

BORNEOTREND.COM, KALSEL – Pemerintah Kabupaten Balangan resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Balangan masa bakti 2025-2029.

Pengukuhan dilakukan Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Jumat (29/5/2026).

Pembentukan dan penguatan FPRB tersebut diharapkan mampu meningkatkan sinergi berbagai pihak dalam menghadapi ancaman bencana di daerah.

Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menegaskan forum tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kesiapsiagaan dan percepatan penanganan saat terjadi bencana.

Menurut dia, pemerintah daerah ingin memastikan penanganan bencana di Balangan berjalan cepat dan tepat sehingga masyarakat tidak mengalami keterlambatan bantuan saat kondisi darurat.

“Harapan kita apabila terjadi bencana, cepat tanggap bisa kita atasi. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh karena penanganan lambat,” kata Fauzi.

Ia berharap pengurus FPRB yang baru dapat menjalankan tugas dan fungsi secara optimal, terutama dalam memperkuat langkah mitigasi dan pengurangan risiko bencana di tengah masyarakat.

Selain mendukung penanganan saat bencana terjadi, keberadaan forum tersebut juga diharapkan aktif membangun edukasi dan kesiapsiagaan warga.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H. Rahmi, mengatakan FPRB memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, relawan, organisasi masyarakat, hingga berbagai elemen lain sangat dibutuhkan untuk membangun daerah yang tangguh terhadap ancaman bencana.

“Semoga kita dapat menjadikan Kabupaten Balangan sebagai daerah yang tangguh dan mampu mengatasi setiap ancaman bencana secara tepat, cepat, dan terukur,” ujarnya.

Rahmi menilai tantangan penanggulangan bencana ke depan memerlukan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat, terutama dalam upaya pencegahan dan mitigasi.

Di sisi lain, Ketua FPRB Kabupaten Balangan, Hafiz Anshari, menegaskan komitmennya menjadikan forum tersebut sebagai ruang kolaborasi nyata dalam pengurangan risiko bencana.

Ia mengakui FPRB tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan masyarakat.

Karena itu, pihaknya berharap seluruh unsur terkait dapat bersama-sama memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana.

“Kami tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap dukungan, arahan, serta kerja sama seluruh pihak agar tujuan bersama menjadikan Kabupaten Balangan sebagai daerah yang siaga dan tangguh bencana dapat tercapai,” kata Hafiz.

Pengukuhan pengurus FPRB Balangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sistem mitigasi dan penanggulangan bencana berbasis kolaborasi masyarakat.

Penulis: Sri Mulyani 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال