![]() |
RUSAK: Siswi SD menyapu di ruang kelas yang plafonnya rusak – Foto Antara |
BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Sebanyak 120 ribu Sekolah Dasar (SD) rusak di seluruh negeri. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Gogot Suharwoto. Ia menilai, bangunan sekolah rusak lantaran kurangnya perawatan dalam jangka panjang.
“Kondisi baik jika tidak dirawat, itu nanti akan menjadi rusak ringan, rusak ringan tidak dirawat lima tahun, langsung turun ke rusak sedang. Rusak sedang tidak dirawat lima tahun, rusak berat. Rusak berat tidak dirawat, sudah rusak total, ambruk,” ujar Gogot di Jakarta, dikutip dari okezone.com, Jumat (1/5/2026).
Ia menyebutkan, total bangunan SD mencapai 140 ribu di Indonesia. Namun, 85 persen di antaranya rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat. Bangunan SD menjadi yang paling banyak rusak dibandingkan SMP maupun SMA dan SMK.
"Yang paling banyak adalah SD. Sekolah dasar itu hitung-hitungan kita dari 140 ribu sekolah, itu 120 ribunya rusak. Bahasanya 85 persen," ujar Gogot.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat kemudian mengintervensi untuk menangani sekolah rusak ini lewat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Menurutnya, ini merupakan hal darurat. Total terdapat hampir 200 ribu sekolah rusak.
“Jadi intervensi ini darurat ya, Inpres. Karena 195.000 itu banyak sekali ya, 1,2 juta ruang kelas rusak itu banyak sekali, jadi harus diintervensi,” kata Gogot.
Untuk revitalisasi sekolah ini, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp16,9 triliun. Dana revitalisasi itu langsung ditransfer ke rekening sekolah.
Selain memperbaiki sekolah rusak, revitalisasi ini juga memiliki dampak bagi masyarakat setempat. Dengan revitalisasi ini, diperkirakan membuka 350 ribu lapangan pekerjaan. Efek lainnya adalah pertumbuhan UMKM baik dari sektor penyedia bahan bangunan lokal, makanan, minuman, serta translog.
"Kemudian multiplier efek bahan-bahan konsumsi di daerah itu juga intinya bisa menggerakkan ekonomi sampai Rp27 triliun," tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah menargetkan sebanyak 70 ribu sekolah di seluruh Indonesia akan direnovasi pada tahun 2026, setelah tahun sebelumnya sekitar 17 ribu sekolah telah diperbaiki.
“Tahun lalu kita, anggaran ini sekitar 17 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Tapi anggaran 2026, kita akan perbaiki 70 ribu sekolah di seluruh Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026).
Prabowo juga menyampaikan optimisme bahwa seluruh sekolah di Indonesia dapat diperbaiki secara bertahap hingga tuntas pada 2028. Berdasarkan perhitungan pemerintah, dari total sekitar 288 ribu sekolah, sebagian besar akan selesai direnovasi dalam tiga tahun ke depan.
“Saya berharap semua sekolah akan selesai pada tahun 2028. Kita kalau tidak salah punya 288 ribu sekolah. Kalau tahun ini berarti 87 ribu akan selesai akhir tahun, berarti kita masih punya 200 ribu. Kalau 100 ribu pada 2027, 100 ribu pada 2028, semua sekolah Indonesia sudah diperbaiki,” jelasnya.
Selain perbaikan fisik, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan kelengkapan fasilitas pendidikan. Menurutnya, sekolah yang layak dan memadai menjadi fondasi utama dalam menciptakan proses belajar yang optimal.
“Kita tidak hanya memperbaiki, kita harus menambah kualitas, menambah fasilitas sekolah-sekolah kita di seluruh Indonesia, karena pendidikan adalah kunci dari kebangkitan suatu bangsa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang pesat. Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia dinilai tetap memiliki stabilitas dan kekuatan untuk terus maju, terutama melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Sumber: okezone.com

