UMKM Keluhkan Susu UHT Langka, Komisi II dan III DPRD Kotabaru Sidak Minimarket

SIDAK: Komisi II dan III DPRD Kabupaten Kotabaru bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) kelangkaan susu UHT di sejumlah minimarket – Foto DPRD Kotabaru


BORNEOTREND.COM, KALSEL – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotabaru mengeluh akibat kelangkaan susu UHT (ultra-high temperature). Keluhan ini disikapi Komisi II dan III DPRD Kabupaten Kotabaru dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Senin (13/4/2026).

Rombongan menyambangi lima minimarket besar yang berada di pusat kota. Dari hasil sidak, ditemukan ada kelangkaan, terutama produk susu UHT varian plain ukuran satu liter.

Tak hanya itu, harganya juga melonjak dari sebelumnya di kisaran Rp19.000 kini menjadi Rp24.000 sampai Rp25.000 per kotak. Namun, kondisi ini bukan disebabkan aksi penimbunan, melainkan akibat berkurangnya pasokan sejak sebelum bulan puasa.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, Abu Suwandi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan distribusi kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Kelangkaan ini harus segera diatasi agar tidak merugikan masyarakat. Kami akan mendorong adanya langkah cepat dari pihak distributor maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotabaru, Abdul Kadir mengatakan perlu ada pendataan UMKM, khususnya yang memerlukan bahan baku susu agar distribusi barang bisa merata.

"Kami minta pendataan semua UMKM yang ada di Kabupaten Kotabaru yang memerlukan susu ada di toko itu, supaya kalau mereka minta dijatahi misalnya satu boks satu UMKM bisa merata semuanya. Kalau tidak ada data, walaupun dibatasi hanya satu tapi kan tidak tahu siapa yang datang," katanya.

Di sisi lain, pihak minimarket tak mengetahui persis alasan berkurangnya pasokan susu UHT dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau alasan dari distributor kami kurang mengerti, yang jelas barang yang masuk ke tempat kami berbatas. Dalam seminggu biasanya kami minta 100 karton, yang datang hanya 10 kadang 6," ungkap Fauzi, Manajer Wijaya Mart.

Dampak kelangkaan susu UHT yang diikuti melambungnya harga berbagai bahan baku banyak dirasakan pelaku UMKM yang menjual minuman dan makanan olahan.

Seorang pemilik kafe di Kotabaru, Gusti Andhika mengatakan harga pokok produksi semakin naik dan keuntungan usaha tergerus.

"Kami sudah stok dari awal Ramadan, tapi akhirnya merakasan dampaknya juga. Tapi kami belum menaikkan harga jual karena harga susu UHT masih naik turun, kadang ada jual Rp21.000, kadang Rp24.000 per kotaknya," katanya.

Penulis: Nazat Fitriah

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال