Siang Terik Sore Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi – Panas terik di siang hari dan hujan di sore hari – Foto Net


BORNEOTREND.COM, JAKARTA - Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami cuaca panas terik di siang hari, tetapi hujan mengguyur di sore hingga malam hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi tersebut merupakan karakteristik peralihan musim.

"Pola peralihan musim ini ditandai oleh perbedaan suhu udara yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari. Pada pagi hingga siang hari, proses konveksi yang tinggi akibat intensitas radiasi matahari akan memicu pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari," kata BMKG dalam Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 28 April-4 Mei.

Hujan yang terjadi umumnya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi yang singkat, serta berpotensi disertai kilat dan angin kencang.

Dikarenakan adanya perpaduan radiasi matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang juga cukup tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi suhu udara yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, serta cuaca signifikan yang dapat terjadi pada sore hingga malam hari.

Sebelumnya, BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 24-26 April.

Curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terpantau di wilayah Papua Selatan (112.6 mm/hari), Nusa Tenggara Barat (70.5 mm/hari), Sumatra Barat (63.4 mm/hari), Bangka Belitung (63.1 mm/hari), Nusa Tenggara Timur (56.5 mm/hari), Papua Tengah (54.1 mm/hari), dan Sulawesi Selatan (50.4 mm/hari).

"Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial berpengaruh di sebagian wilayah Indonesia," kata BMKG dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Selain itu, sirkulasi siklonik di perairan dan pesisir barat Sumatera dan Kalimantan Barat juga memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sekitar wilayah yang terdampak pola angin tersebut.

Kemudian, pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembaban udara yang masih cukup basah di lapisan bawah turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lokal dengan waktu singkat.

Meski hujan masih turun di sebagian wilayah Indonesia, kondisi suhu yang panas dan terik juga dilaporkan di sejumlah wilayah.

Suhu maksimum harian signifikan tercatat di wilayah Kalimantan Barat (37.0 derajat Celcius), Sumatra Utara (36.3 derajat Celcius), Sulawesi Tengah (36.2 derajat Celcius), Banten (36.0 derajat Celcius), Kalimantan Tengah (36.0 derajat Celcius), Bengkulu (35.8 derajat Celcius), Lampung (35.5 derajat Celcius), dan Kalimantan Selatan (35.3 derajat Celcius).

Sumber: cnnindonesia.com

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال