![]() |
| BICARA: Bupati Wiyatno saat membuka kegiatan Musyawarah Mufakat Pembentukan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas masa bakti 2026–2031 - Foto Dok Istimewa |
BORNEOTREND.COM, KALTENG – Musyawarah Mufakat Pembentukan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas masa bakti 2026–2031 resmi digelar di Aula Kantor Bapperida, Kuala Kapuas, Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, yang menekankan pentingnya peran DAD dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Dalam sambutannya, Wiyatno menyampaikan bahwa keberadaan DAD selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta memperkuat toleransi di Kabupaten Kapuas.
"Saya berharap melalui musyawarah ini terpilih kepengurusan yang solid, representatif, dan mampu mengemban amanah masyarakat adat Dayak secara adil serta bijaksana," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga eksistensi budaya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, DAD diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.
Filosofi “Belum Bahadat” turut ditekankan sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, yang mengajarkan pentingnya menjunjung adat dan norma di mana pun berada.
Selain itu, Wiyatno menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, DAD memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan bermartabat.
Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan DAD Provinsi Kalimantan Tengah, Forkopimda, pimpinan lembaga peradilan, hingga kepala perangkat daerah.
Melalui musyawarah ini, diharapkan terbentuk kepengurusan baru yang mampu menjalankan program kerja yang adaptif, relevan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat adat, sekaligus menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.
Penulis: Fajar Riadi

