Dari Jaksa ke Kabag Hukum, Herlinda Jadi Potret Kartini Masa Kini di HST

 

SENYUM: Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) HST Herlinda, SH, MH - Foto Dok Istimewa 


BORNEOTREND.COM, KALSEL- Peringatan Hari Kartini 21 April 2026 lalu menghadirkan sosok inspiratif dari Hulu Sungai Tengah (HST). Herlinda, SH, MH, dikenal sebagai jaksa yang humanis, kini melanjutkan pengabdiannya sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) HST.

Perjalanan karier perempuan yang akrab disapa Lienda ini bukanlah perjalanan singkat. Ia memulai kiprah di dunia kejaksaan dari berbagai daerah, mulai dari Kotabaru, Tanah Bumbu, hingga Tanah Laut. Pengalaman panjang itu membentuk karakter kepemimpinan dan keteguhan prinsipnya dalam menegakkan hukum.

Namanya semakin dikenal luas saat menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) di Kejaksaan Negeri HST sejak 2021. Di posisi ini, Herlinda menghadirkan pendekatan hukum yang lebih membumi melalui program restoratif justice.

Tak sekadar menjalankan prosedur hukum formal, ia aktif turun langsung ke desa-desa, menjembatani konflik masyarakat dengan pendekatan kekeluargaan. Bahkan, ia berhasil menghadirkan 167 rumah Restoratif Justice di berbagai desa di HST.

Pendekatan ini membuatnya dijuluki masyarakat sebagai “Galuh Restoratif Justice”. Sebuah sebutan yang mencerminkan dedikasi dan sentuhan kemanusiaan dalam penegakan hukum.

“Kadang masyarakat hanya butuh ruang untuk berdamai. Kita hadir memberi arahan, agar penyelesaian tidak selalu harus di pengadilan,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.


Atas dedikasinya, Herlinda meraih penghargaan nasional, termasuk Adhiyaksa Award 2024 dalam kategori Jaksa Penegak Keadilan Restoratif. Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu figur penegak hukum berpengaruh di Indonesia.

Kariernya kemudian memasuki babak baru saat dipercaya mengisi jabatan struktural di Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ia dilantik langsung oleh Bupati Samsul Rizal sebagai Kepala Bagian Hukum Setda HST pada 13 Oktober 2025.

Dalam peran barunya, Herlinda membawa semangat yang sama: menghadirkan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga berkeadilan dan berpihak pada masyarakat.

“Alhamdulillah, saya siap berbagi apa yang saya ketahui, dan juga terus belajar untuk memberikan yang terbaik,” ungkapnya usai pelantikan.

Perpindahan dari institusi kejaksaan ke pemerintahan daerah bukanlah langkah mundur, melainkan perluasan pengabdian. Jika sebelumnya ia menyelesaikan konflik masyarakat dari sisi penegakan hukum, kini ia berperan dalam merumuskan kebijakan hukum di tingkat daerah.

Di momen Hari Kartini ini, Herlinda menjadi simbol perempuan masa kini yang mampu berdiri teguh di ruang publik tanpa meninggalkan nilai-nilai keluarga. Ia membuktikan bahwa kecerdasan, ketegasan, dan empati dapat berjalan beriringan.

Bagi Herlinda, menjadi perempuan hebat bukan soal jabatan semata, melainkan kemampuan mengelola kehidupan dengan keikhlasan dan kesabaran.

Dari lorong-lorong desa hingga ruang kebijakan di pemerintahan, langkahnya menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dalam wujud perempuan yang mengabdi sepenuh hati untuk masyarakat.

Penulis: Muhammad

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال